Linmas di Kota Kupang Ikut Pendidikan dan Pelatihan

0
128

Kupang — Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man menilai ada lima masalah yang sedang dihadapi Pemerintah Kota Kupang.

Kelima masalah menurutnya adalah pertama, pertambahan penduduk dan urbanisasi, karena setiap tahun pertambahan penduduk di kota mencapai 4 sampai 5 ribu masyarakat. Kedua, potensi gangguan kamtibmas seperti ada tindakan pidana umum seperti perkelahian dan pemerkosaan.

Ketiga bencana, banyak bencana yang terjadi di kota Kupang. Pada musim hujan banyak bencana angin puting beliung maupun longsor sedangkan pada musim kemarau itu kebakaran. Ke empat itu adalah masalah lingkungan dan sampah yang mulai merajalela di kota Kupang. Masyarakat harus bekerja sendiri untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Kelima adalah masalah air bersih di Kota Kupang. Masalahnya Kota Kupang tidak memiliki sumber mata air sehingga masyarakat masih menggunakan air dari kabupaten Kupang. Mirisnya Kabupaten Kupang juga masih memeliki persoalan.

“Lima persoalan itu pemerintah tidak tinggal diam tetapi melihat langsung persoalan itu dengan adanya pembentukan perlindungan masyarakat (Linmas) se-kota Kupang untuk membantu menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat,” katanya saat membuka kegiatan Pendidikan dan pelatihan bagi anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) se-Kota Kupang, Jumat (26/7) di rumah Jabatan Wali Kota Kupang.

Baca Juga :  Pemkot Bantu Warga Korban Bencana Puting Beliung

Menurut Herman, melalui pendidikan dan pelatihan itu maka Linmas dapat membantu meningkatkan Kamtibmas di masyarakat melalui pemerintah setempat. Membantu RT/RW dan Lurah untuk menjaga keamanan ketertiban masyarakat.

Lanjut Herman, Linmas harus ikut terlibat bersama pemerintah dalam penanggulangan bencana daerah. Baik bencana kebakaran, angin puting beliung dan longsor itu harus ikut aktif membantu karena setiap bencana menggangu kehidupan dan penghidupan.

Selain itu, kata Herman, Linmas harus ikut terlibat menyukseskan kegiatan-kegiatan sosial keagamaan maupun pemilu. Namun harus dilakukan setelah melewati koordinasi pemerintah setempat.

Herman berharap, setelah pelatihan, para peserta bukan hanya membawa pulang seragam Linmas tetapi harus membawa pulang pengetahuan dan ketrampilan untuk peningkatan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sementara itu, Kabid Linmas Sat Pol PP Jackson Jimmy Tunliu, dalam laporan panitianya mengatakan komitmen pemerintah kota Kupang untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan di kota Kupang diwujudkan melalui pembentukan satuan perlindungan masyarakat yang selanjutnya di sebut satlinmas.

“Anggota satlinmas adalah warga negara RI yang memenuhi persyaratan dan secara sukarela turut serta dalam kegiatan perlindungan masyarakat. Anggota satlinmas mempunyai hak mendapatkan pendidikan dan pelatihan dalam rangka untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anggota satlinmas dan peningkatan kapasitas anggota satlinmas untuk melaksanakan tugas dan fungsinya melalui pengetahuan, ketrampilan, pembentukan sikap dan perilaku serta kemampuan anggota satlinmas.

Baca Juga :  OJK Gelar Kegiatan SEPMT di Kupang

Tujuan meningkatkan pengetahuan, ketrampilan pembentukan sikap dan perilaku anggota satlinmas untuk meningkatkan kemampuan anggota satlinmas dalam melaksanakan tugas dalam penanggulangan bencana keamanan ketentraman dan ketertiban dan keamanan dalam penyelenggaraan pemilu dan Pemilukada serta upaya pertahanan.

Terpantau, kegiatan berlangsung selama lima hari di mulai dari 26-31 Juli dan peserta yg mengikuti kegiatan ini sebanyak 51 orang yang berasal dari 51 kelurahan. (lya)

Comments

comments