Masyarakat Diminta Tingkatkan Gerakan Hidup Sehat

0
587

Tambolaka — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mendorong masyarakat agar terus meningkatkan gerakan hidup sehat melalui program Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat).

Kegiatan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) oleh Kementerian Kesehatan yang bekerja sama dengan DPR RI Komisi 9 bidang kesehatan dilaksanakan di Desa Pada Eweta, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (3/8/2018) siang.

Kasubdit Lingkungan Kerja Kementerian Kesehatan, Tasparin mengatakan dari Kementerian tak henti-hentinya ingin mengajak masyarakat untuk dapat hidup sehat. Menurutnya bahwa selama 30 tahun terakhir, masyarakat seluruh Indonesia mengalami masalah kesehatan yang begitu luar biasa.

“Saya pribadi sangat senang sekali dapat berjumpa dengan bapak/mama sekalian. Bicara soal kesehatan, sudah sangat berat masalahnya. Dari 30 tahun yang lalu masalah kesehatan sudah menjadi masalah utama yang dihadapi Negara ini,” katanya.

Dikatakannya bahwa ada dua bentuk masalah kesehatan yang sampai kini masih terus mengganggu kehidupan masyarakat. Menurutnya, dua bentuk masalah itu sampai kini sudah ada yang dapat di tangani dan masih ada yang belum dapat di tangani.

Baca Juga :  DePe Berhalangan, Inul Daratista Ganti Manggung

“Ada dua bentuk masalah kesehatan atau penyakit yang selalu menghampiri kita, yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular. Penyakit menular itu seperti TBC. Sedangkan penyakit tidak menular itu seperti stroke, jantungan, diabetes, dan masih banyak lagi. Selain itu juga masalah dana atau biaya pengobatan, ini juga masalah terbesar yang di hadapi masyarakat,” jelasnya.

Diingatkannya pula bahwa sehat berasal dari diri sendiri. Untuk program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), perlu campur tangan seluruh pihak terutama Pemerintah Daerah, Camat, Desa dan seluruh masyarakat yang peduli dan cinta akan hidup sehat.

Anggota DPR RI Komisi 9 Bidang Kesehatan dari Fraksi Golkar, Julianus Pote Leba mengatakan program Germas hanya ada di Kementerian Kesehatan, dan program ini bekerja sama dengan DPR RI khususnya Komisi 9 bidang kesehatan.

“Hanya ada di Kementerian Kesehatan. Kenapa program ini bisa ada di Sumba Barat Daya (SBD), itu karena ada kerja sama dengan DPR, dan bersyukur saya berada di bidang itu. Sehingga saya sampaikan kepada pak Pasparin program ini di buat di Sumba,” paparnya.

Baca Juga :  Calon Gubernur NTT Tidak Pro Rakyat Korban Tambang

Dikatakannya bahwa saat ini penyakit yang berbahaya dan mematikan adalah penyakit tidak menular. Dulu, penyakit menular yang di takuti semua orang, tetapi kini telah terbalik. Seperti apa itu penyakit tidak menular, itu sepeti Stroke, Jantung. Ini yang ditakuti saat ini.

Dijelaskannya bahwa di Komisi 9 bidang kesehatan itu bermitra dengan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BKKBN, Badan POM, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Kementerian Tenaga Kerja.

Bupati Markus Dairo Talu yang akrab disapa MDT dalam sambutannya mengatakan saat ini di tengah masyarakat sedang berkembang perubahan pola hidup sehat yang di tandai dengan meningkatnya angka orang sakit dan kematian.

“Ini diakibatkan karena penyakit tidak menular seperti Stroke, Jantung dan Diabetes. Penyakit ini sedang berkuasa saat ini, itu di sebabkan karena perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin maju, arus informasi dan transportasi serta tekhnologi yang semakin mudah sehingga menyulitkan masyarakat melakukan aktifitas fisik, selalu mengkonsumsi makanan siap saji, dan pecandu alkohol,” jelas MDT.

Dikatakannya bahwa orang yang selalu menderita penyakit tersebut menyebabkan beban biaya kesehatan yang semakin tinggi karena penanganannya tentu menggunakan tekhnologi yang canggih.

Baca Juga :  Diduga BBM Langka Akibat SPBU Layani Penampung Liar‎

“Kadang kita terlalu terpengaruh akan perkembangan dunia, namun tanpa kita sadari penyakit itu pun semakin tumbuh berakar dalam diri. Hal terpenting yang harus kita lakukan agar terhindar dari beban biaya pengobatan besar adalah mengatur pola hidup sehat. Kesempatan ini saya imbau masyarakat agar terus meningkatkan gerakan hidup sehat. Kita berdoa bersama agar program Germas terus hadir di Kabupaten Sumba Barat Daya kedepannya,” imbuhnya. (alf/qi)

Comments

comments