Menteri PPPA Kunjungi Nunhila

0
115

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Kami punya kebanggaan sendiri bahwa ibu bisa datang ke NTT dan kami adalah bagian dari kunjungan pertama ini. Terima kasih banyak Menteri Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) karena sudah berkunjung ke Kelurahan Nunhila untuk melihat PATBM Kelurahan Nunhila.

Demikian dikatakan Wali Kota Kupang Jefry Riwu Kore Jumat (8/11) di Kelurahan Nunhila. Ia mengatakan haru ini kita bicara bagaimana
Perlindungan anak yang ada di kelurahan Nunhila. Kami punya kelurahan yang sangat di banggakan bahwa di sini orang tua tokoh adat, tokoh masyarakat dan semuanya punya perhatian khusus terhadap anak-anaknya.

“Kita akan menjadi Kelurahan Nunhila satu kelurahan contoh buat kami dan akan membenahi lebih baik lagi untuk kelurahan-kelurahn yang lain sehingga globalisasi yang misalnya harus kita terima tidak mempengaruhi anak-anak lebih banyak lagi. Ini adalah salah satu tujuan kami, “katanya.

Menurutnya, selama ini kadang-kadang anak-anak kita sangat maniak dengan handphone tapi disini diatur sama tokoh-tokoh masyarakat, orang tua dan sebagainya menata mereka secara baik apalagi gejet kita tidak bisa menghalangi atau menahan begitu banyak pornografi yang datang lewat gejet orang tua punya tanggung jawab untuk mengatur anak-anak supaya mereka tidak terlibat dalam hal-hal itu dan kelurahan ini adalah salah satu kelurahan yang kami banggakan untuk menjadi contoh bagaimana anak-anak kita harus tumbuh berkembang, tumbuh menjadi anak-anak yang berguna untuk bangsa dan negara.

Baca Juga :  Wagub : Pertanian Hebat, Masyarakat Sejahtera

Sementara itu Menteri PPPA RI, Bintang Puspa Yoga mengatakan kami melakukan kunjungan ke Perlindungn Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Kelurahan Nunhila Kota Kupang secara spontanitas karena memang tidak ada dalam agenda.

“Saya adalah orang baru di Kementerian ini, saya pingin tahu produk-produk yang dimiliki oleh Kementerian PPPA sehingga kami bisa melihat PATBM yang ada di Kelurahan Nunhila.

Kalau misalnya PATBM saya sudah dapat laporan dari Asdek dan Deputi tapi bentuknya seperti apa kegiatan apa yang dilakukan kemanfaatannya seperti apa itu yang kami tidak pahami. Tapi terima kasih pada hari ini saya bisa berkunjung disini kemudian juga kepada Oma Alen selaku ketua PATBM di Kelurahan Nunhila. Terima kasih semangat yang luar biasa semangat ibu menjadi inspirasi bagi saya untuk mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan pak presiden untuk membantu beliau di Kementerian PPPA,” katanya.

Menurutnya, terkait dengan PATBM itu adalah ini merupakan gerakan kalau kita mengacu kepada undang-undang 35 tahun 2014 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002, Tentang Perlindungan Anak ini adalah amanatnya memang partisipasi masyarakat dalam perlindungan anak dan inilah yang diinisiasi melalui amanat ini diinisiasi oleh Kementerian PPPA mulai tahun 2016 dengan pembentukan PATBM.

Baca Juga :  Kasus DBD Di Kota Kupang Belum Darurat

PATBM ini murni adalah gerakan perkumpulan yang tadi sudah disampaikan oleh Oma Len bahwa semuanya adalah swadaya kami mengapresiasi mudah-mudahan dengan semangat Wali Kota dan Wali Kota sudah mengapresiasi dari PATBM yang ada di kelurahan. Mudah-mudahan bisa diwujudkan di kelurahan kelurahan yang lainnya bapak kami titip pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kepada bapak wali selaku pimpinan daerah karena kami yakin melalui kebijakan-kebijakan pimpinan lah bisa kita wujudkan apa yang menjadi tujuan dan harapan kita untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“Kami yakin dan percaya sekali terkait kasus kasus juga kalau tidak ada perhatian khusus dari pimpinan daerah kita bisa kerjasama dengan pimpinan daerah demikian juga dengan penegak aparat hukum mungkin kasus tersebut akan terbengkalai begitu lama terutama dampaknya bagi korban yang tidak mendapatkan haknya dalam perlindungan. Kami memohon kerjasamanya tentunya apa yang menjadi harapan Wali Kota Kupang nanti kita akan sama-sama,” tegasnya.

Kalau tadi bapak wali kota menitipkan itu memang kita masih hampir 165 kabupaten/kota di Indonesia ini yang masih rawan Stanting ini adalah merupakan prioritas program dari program nasional yang diarahkan Papa presiden untuk pengentasan stantinh ini karena ketika kita bicara stanting itu tidak hanya masalah kekurangan gizi saja tidak hanya masalah pola makan saja tapi itu terkait juga dengan pola asuh dan sanitasi.(lya)

Baca Juga :  Wakapolda NTT Beri Bantuan Kemanusiaan Saat Kunker Ke Desa Bila Cenge ‎

Comments

comments