Moratorium Buruh Migran Perlu Dilakukan

0
386

Kupang — Terkait jumlah pengiriman buruh migran asal NTT keluar negeri secara ilegal yang setiap tahun terus meningkat, pemerintah Provinsi NTT melalui Gubernur akan mengeluarkan Peraturan Gubernur yang mengatur tentang moratorium atau penghentian sementara pengiriman tenaga kerja Indonesia asal NTT keluar negeri.

Kepala Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Bruno Kupok mengatakan, moratorium yang akan diterapkan pemerintah provinsi perlu, karena hanya dengan moratorium korban perdagangan orang dapat terhindari.

Menurut Bruno Kupok, persoalan Tenaga Kerja Indonesia seperti mengurai benang kusut sehingga untuk mengurainya perlu dilakukan moratorium.

Data Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi NTT menyebutkan, sejak Tanggal 10 hingga 28 September 2018 sedikitnya 149 orang calon buruh migran asal NTT yang berhasil dicekal.

Sementara untuk pengiriman Tenaga Kerja Resmi yang berhasil dikirim keluar negeri menurut Bruno Kupok, setiap tahun mengalami penurunan yang signifikan. Tahun 2016 sebanyak 2.046 orang, tahun 2017 sebanyak 1.739 orang dan hingga 2018 sebanyak 1.222. sehingga total jumlah tenaga kerja resmi yang dikirim sebanyak 5.007 orang tenaga kerja asal NTT.

Baca Juga :  Pemerintah Berikan Subsidi kepada Pekerja Penerima Upah dibawah Rp 5 Juta

Sedangkan negara tujuan bagi buruh migran asal NTT yakni Malaysia, Brunei Darussalam, Hongkong dan Singapura, dengan negara paling banyak menyerap tenaga kerja dari NTT yakni Malaysia. (lya/qi)

Comments

comments