NTT Kaya Spot Wisata Alam

0
178

KIBLATNTT.COM, KUPANG —¬†Nusa Tenggara Timur (NTT) mempunyai banyak potensi alam yang sangat luar biasa yang dimiliki hampir seluruh pulau di NTT, sehingga harus dilakukan pengembangan secara bertahap guna dipasarkan menjadi objek tujuan wisata, sebagaimana yang sudah ada di beberapa pulau.

Demikian dikatakan Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI), Saleh Husin Sabtu (12/10/2019) di depan jajanan Airmata Kupang. Ia mengatakan
tentu yang paling utama adalah juga mengetahui bahwa NTT punya problem terutama anggarannya yang cukup kecil. Karena itu, untuk membangun industri skala industri besar tidak mungkin di NTT karena masalah dengan keterbatasan listrik salah satu untuk mendapatkan pendanaan dan pertumbuhan ekonomi yang baik adalah objek wisata dalam hal ini objek-objek yang dimiliki oleh NTT.

“Misalnya saat ini objek wisata yang sudah berkembang maju di pulau Komodo, Labuan Bajo juga ada di daerah lain seperti di Ende, Rote ada beberapa objek wisata yang sudah cukup terkenal luas juga yaitu di Nembrala. Potensi yang sangat-sangat indah seperti di Raja Ampat yaitu di mulut seribu,” katanya.

Baca Juga :  Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkot Kupang Gandeng Kimia Farma Racik Hand Sanitizer

Menurutnya, hal inilah yang harusnya menjadi pusat perhatian  Pemprov NTT maupun Pemda kabupaten/kota. Namun harus dipetakan daerah mana yang harus dikembangkan di setiap tahunnya, sehingga kemudian daerah yang dikembangkan benar-benar berkembang menjadi destinasi wisata yang menarik dan kuat.

“Kita harapkan gubernur maupun wakil gubernur tidak langsung mengembangkan seluruh wilayah secara bersamaan, karena akan lama tumbuhnya. Jadi perlu konsentrasi satu-satu misalnya tahun ini mau kembangin pulau mana daerah mana, tahun kedua daerah mana, fokus akhirnya betul-betul tumbuh dengan seperti itu yang paling utama yang harus disiapkan oleh pemerintah
baik provinsi maupun pusat adalah infrastruktur,” tegasnya.

Ditambahkannya, infrastruktur jalan menuju ke objek-objek wisata yang harus mendapat perhatian pemerintah. Karena wisatawan yang mau bepergian, memiliki kecukupan waktu yang terbatas, sehingga tidak mau kesulitan akses ke lokasi wisata.

“Wisatawan itu memang maunya diladenin, maunya jalan yang tidak capek pokoknya serba enak itulah yang harus kita siapkan, sehingga wisatawan mau untuk datang. Jangan kita terlalu berharap kepada wisatawan lokal. Karena kalau wisatawan manca negara pasti akan ada peningkatan devisa,” katanya.

Baca Juga :  Gubernur Tantang Mahasiswa Menulis Kehidupan Suku Boti

Ia meminta kalau bisa pariwisata ekonomi yang tersentuh tidak hanya pemilik hotel atau pemilik kapal atau pemilik pesawat tetapi ekonomi skala kecil juga akan tumbuh misalnya pedagang kaki lima atau para pengrajin cinderamata di berbagai daerah, termasuk dengan pengrajin tenun yang sudah sangat terkenal, dan hanya butuh sedikit pengembangan.

“Saya kira NTT di bawah pimpinan Victor Laiskodat dan Josep Nai Soi, saya kira mampu untuk melaksanakan apa yang dibutuhkan NTT karena Pak Victor dan Pak Yosep adalah teman-teman main saya, yang tentu mereka mempunyai jam terbang dan pergaulan yang luas di Jakarta, sehingga saya kira untuk mendapatkan investor akan sangat mudah. Saya kira disinilah peran untuk membangun NTT. Jadi yang diperlukan juga untuk berkomunikasi dengan para masyarakat NTT yang ada di luar daerah NTT baik yang di luar negeri yang ada di perantauan mungkin mempunyai kemajuan di bidang yang masing-masing untuk diajak membangun kampung halaman. Saya kira itu salah satu program yang harus dikembangkan oleh Pak Victor maupun Pak Josep yang termasuk juga untuk berkoordinasi dengan kepala-kepala daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  Bayi Wajib Didaftarkan ke BPJS

Membangun NTT secara bersama antara Pemprov dan pemkab/pemkot se-NTT adalah kuncinya. Karena itu, menurutnya jangan sampai perbedaan pandangan politik dengan kepala daerah di tingkat kabupaten/kota berlanjut pada pengembangan setiap daerah. Karena membangun NTT tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, karena NTT adalah satu kesatuan yang harus dibangun secara sinergi.(lya/eho).

Comments

comments