NTT Miliki Tujuh Kawasan Rawan Narkoba

0
131

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki tujuh kawasan rawan narkoba dengan tingkat kerawanan waspada antara lain Kelurahan Labuan Bajo Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat, Kelurahan Kamalaputi Kecamatan Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timur, Desa Wailiti Kecamatan Alok Barat Kabupaten Sikka, Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang, Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu, Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Kota Waikabubak Kabupaten Sumba Barat, Kelurahan Alak Kecamatan Alak Kota Kupang.

Demikian dikatakan Kasie Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTT, Lia Novika Ulya, Jumat (4/10/2019) saat jumpa pers di Kantor BNNP NTT. Ia mengatakan intervensi program pemberdayaan masyarakat anti narkoba pada tahun 2019 diprioritaskan pada tujuh kawasan rawan tersebut melalui pemberdayaan penggiat anti narkoba dan pemberdayaan alternatif guna menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba agar status karyawannya tidak semakin meningkat dan dapat diturunkan hingga kategori aman atau kawasan tersebut menjadi kawasan bersih dari narkoba.

“Diharapkan para penggiat fasilitator anti narkoba dapat mensosialisasikan dan mengimplementasikan rencana aksi program pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan prekursor Narkotika (P4GN) pada lingkungannya masing-masing yang berasaskan kemandirian dan partisipasi aktif,” katanya.

Baca Juga :  VBL Ajak ASN Berinovasi Dalam Bekerja

Ia menjelaskan jumlah penggiat anti narkoba yang sudah terbentuk di Provinsi NTT sebanyak 418 orang dari lingkungan pemerintah, swasta, masyarakat dan pendidikan dengan lokasi Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Belu, Kota Kupang, Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Kupang. Kegiatan screening tes urine narkoba bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan narkotika dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan dan Peredaran gelap narkotika

“Jumlah layanan tes urine selama tahun 2019 di lingkungan pekerjaan pemerintah sebanyak 538 orang, lingkungan kerja swasta sebanyak 179 orang lingkungan didik formal dan nonformal 5648 orang, danĀ  lingkungan masyarakat 36 jumlah yang tes urine 6.40,” ujarnya.

Pemberdayaan alternatif pada kawasan berpotensi rawan penyalahgunaan dan Peredaran gelap narkoba bertujuan meningkatkan pengetahuan wawasan dan keterampilan masyarakat di kawasan berpotensi rawan penyalahgunaan dan Peredaran gelap narkoba agar memiliki daya Tangkal terhadap penyalahgunaan dan ajakan bisnis ilegal narkoba.

“jumlah penjahat yang sudah mendapatkan pengembangan kapasitas ataupun tahun 2019 di instansi pemerintah sebanyak 135 orang lingkungan kuasa 128 orang lingkungan pendidikan 85 orang dengan masyarakat sebanyak 70 orang,” tegasnya.

Baca Juga :  OJK Beri Perlakuan Khusus Bagi Nasabah Yang Terdampak Gempa

Sementara itu Kepala Seksi Pencegahan P2M, Markus Raga Djara mengatakan sebagai upaya untuk melindungi masyarakat NTT dari kejahatan narkotika pada tahun ini BNNP NTT semakin aktif melakukan langkah-langkah preventif yang bertujuan memberikan kekebalan sehingga meningkatnya imunitas masyarakat dari penyalahgunaan narkotika.

“Langkah ini diambil sebagai solusi yang paling tepat untuk mematikan pangsa pasar narkotika di Indonesia pada umumnya dan provinsi NTT pada khususnya sehingga Indonesia tidak lagi menjadi lahan yang subur bagi sindikat narkotika. BNNP NTT telah melakukan kegiatan pencegahan berupa advokasi dan diseminasi informasi serta pelaksanaan sosialisasi bahaya narkoba (NO,N DIPA),” katanya.

Menurutnya walau dengan segala keterbatasan yang ada dan segala pencapaian yang diraih pada tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya seksi pencegahan BNNP NTT tetap berkomitmen menyebarkan informasi bahaya narkoba secara rutin dan bersifat masif demi melindungi generasi bangsa di masa yang akan datang.

BNNP NTT akan tetap fokus pada strategi penanganan permasalahan narkotika yaitu supply reduction dan demand reduction, dengan melakukan pencegahan penyalahgunaan narkotika secara masif serta Meningkatkan kerjasama semua stakeholder dalam penyebaran informasi P4GN.

Baca Juga :  Kupang Akan Menjadi Tuan Rumah Kejuaraan FIM Asia SuperMoto

“Dengan adanya komitmen dan kerjasama yang kuat seksi pencegahan BNNP NTT optimis laju angka prevalensi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dapat ditekan BNNP NTT juga menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus mengobarkan api semangat berjuang bersama melawan kejahatan narkotika,” tandasnya.(lya)

Comments

comments