ODP di NTT Meningkat 35 Orang dalam Enam Jam

0
242

Jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) virus Covid 19 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kurun waktu 6 jam (14.00 sd 21.00) meningkat dari 460 menjadi 495 orang atau bertambah sebanyak 35 orang. Data tersebut dipastikan akan terus bertambah dati waktu ke waktu menyusul hingga saat ini masih adanya hilir mudik warga dari dan ke sejumlah daerah masuk ke NTT.

Berdasarkan data yang di sampaikan Tim Satgas Gugus Tugas Penananganan virus Covid 19 melalui Biro Humas Setda Provinsi NTT selaku juru Bicara Tim Satgas menyebutkan, sampai pada pukul 21.00 Wita menunjukan angka sampai pada 465 orang OPD yang sementara ini dalam pengawasan Tim medis di NTT.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT yang juga juru bicara Covid-19, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si mengupdate data terkini terkait penanganan Corono Virus Desease (Covid)-19 di Provinsi NTT. Hingga malam ini Orang Dalam Pemantauan (ODP) kasus Covid-19 menembus angka 495 orang.
“Perlu kami informasikan, hingga malam ini pukul 21.00 wita jumlah ODP Covid-19 sebanyak 495 orang. Siang tadi berjumlah 460 orang. Itu berarti ada tambahan jumlah ODP sebanyak 35 orang,” tandas Marius kepada pers di ruang kerjanya, Minggu malam (29/03/2020).
Dia merinci Kota Kupang ODP berjumlah 106 orang; yang sembuh atau selesai pemantauan 12 orang, sisa 95 sedang karantina mandiri; yang rawat nginap 2 di rumah sakit Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang. Kabupaten Lembata berjumlah 22 orang, sembuh 4 orang jumlah 18; karantina mandiri sembilan 18 orang. Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) ODP sebanyak 45 orang dan semuanya karantina mandiri. Kabupaten Kupang berjumlah 25 orang; 2 orang sedang rawat nginap di rumah sakit SK Lerik dan rumah sakit Siloam dan ada 23 yang sedang dalam karantina mandiri.
Kabupaten Sikka lanjut Marius, berjumlah 64 orang sembuh 20 orang dan jumlah 43 sedang karantina mandiri. Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebanyak 26 orang dan semuanya karantina mandiri. Di Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 10 orang; rawat nginap 1 orang di rumah sakit Ben Mboi Ruteng; karantina mandiri sebanyak 9 orang. Kabupaten Flores Timur jumlah 5 dan selesai pemantauan 2 orang 3 sedang karantina mandiri. Kabupaten Malaka 3 orang; 1 orang kini sedang rawat nginap di rumah sakit Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang dan 2 orang karantina mandiri.
Di Kabupaten Alor 1 orang dan kini telah sembuh atau selesai pemantauan. Kabupaten Sumba Timur jumlah 37 orang; 1 orang sedang rawat nginap di rumah sakit Umbu Rarameha; 4 orang selesai pemantauan 33 orang dan 32 sedang karantina mandiri. Kabupaten Belu sebanyak 23 orang; 1 orang sedang rawat nginap di rumah sakit Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang; dan ada 22 orang yang sedang karantina mandiri.
Di Kabupaten Sumba Barat Daya berjumlah 35 orang dan semuanya sedang karantina mandiri. Di Kabupaten Ende jumlah 5; selesai pemantauan 2 orang dan 3 orang sedang karantina mandiri. Kabupaten Manggarai jumlah 8 orang; 2 orang selesai pemantauan dan 6 orang sedang karantina mandiri. Kabupaten Rote Ndao berjumlah 25, Sumba Tengah sebanyak 7 orang; 3 selesai pemantauan dan 4 sedang dalam karantina mandiri, Kabupaten Ngada jumlah 14, Kabupaten Nagekeo sebanyak 17 orang; 3 orang usai pemantauan; 13 orang sedang karantina mandiri dan 1 orang sedang rawat nginap di rumah sakit TC Hilers Maumere. Kabupaten Sabu Raijua ada 4 orang. Kabupaten TTU 8 orang dan semuanya sedang karantina mandiri. Kabupaten Sumba Barat 5 orang dan semuanya sedang dalam karantina mandiri.
“Sehingga total menjadi 495 ODP. Yang sembuh atau selesai pemantauan sebanyak 53 orang. Yang sementara dirawat 9 orang dan 432 orang yang sedang karantina mandiri,” jelas Marius dan menegaskan kondisi saat ini 442 orang.

Baca Juga :  Kantor Perwakilan BI NTT Berbagi Paket Sembako dengan Wartawan

Video Conference
Pada bagian lain, Marius menjelaskan, esok (Senin, 30 Maret 2020) akan digelar Video Conference Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama para Bupati se NTT dan Walikota Kupang. “Bapak Gubernur VBL ingin memastikan agar penanganan wabah Covid-19 di Provinsi NTT terarah dan terpadu di dalam satu gerak komando,” tandas Marius sembari berharap agar seluruh infrastruktur pemerintahan di Provinsi NTT dapat dioptimalkan untuk penanganan Covid-19. (*)

Comments

comments