OJK Berusaha Tingkatkan Inklusi Dan Literasi Jasa Keuangan di NTT

0
86

Kupang — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang berusaha meningkatkan inklusi keuangan dan literasi jasa keuangan, termasuk di Provinsi NTT.

Demikian dikatakan Kepala OJK Perwakilan Provinsi NTT, Winter Marbun di ruang kerjanya, Rabu (17/10/2018).

Menurutnya upaya itu dilakukan karena pemanfaatan produk-produk jasa keuangan di lembaga –lembaga keuangan oleh masyarakat di daerah ini masih sangat rendah.

Dijelaskannya, berdasarkan hasil survey 2016, inklusi keuangan di Provinsi NTT baru mencapai 62,2 persen dan literasi keuangan baru mencapai 28,0 persen. meningkat dibanding inklusi keuangan hasil survey tahun 2013 yang hanya 59,7 persen.

Demikian juga dengan literasi keuangan secara nasional pada tahun 2016 sebesar 29,7 persen lebih tinggi dibanding hasil survey tahun 2013 sebesar 21,8 persen.

Dikatakannya inklusi keuangan merupakan kemudahan bagi sejumlah orang yang menjadi nasabah atau pengguna jasa keuangan di Indonesia untuk mengakses produk-produk jasa keuangan seperti kemudahan menyimpan, transfer, meminjam, investasi dan asuransi.

Sementara literasi keuangan merupakan tingkat pemahaman masyarakat terhadap manfaat dari produk-produk jasa keuangan.

Baca Juga :  Bupati Geram, Banyak ASN dan TKD Tak Hadiri Natal Pemkab

Menurutnya kebijakan inklusif keuangan sejalan dengan strategi nasional keuangan inklusif. “Target kita, untuk nasional inklusi keuangan tahun 2019 mencapai 75 persen. Kita menetapkan target setiap tiga tahun karena survey inklusi dan literasi keuangan dilakukan per tiga tahun. Sedangkan tahun 2016, inklusi keuangan secara nasional 68 persen lebih,” katanya

Menurutnya bahwa semua lembaga keuangan berupaya membuat produk keuangan lebih dikenal masyarakat, mempermudah masyarakat untuk menggunakan produk keuangan. Membuat produk-produk keuangan lebih menarik baik itu dalam bentuk souvenir, diskon dan produk-produk baru.

Diakuinya bahwa kebijakan inklusi keuangan dilakukan pemerintah karena minat masyarakat dalam menggunakan produk-produk jasa keuangan masih sangat rendah. (lya/qi)

Comments

comments