Parade 1.001 Kuda dan festival Tenun Ikat Kembali Digelar

12
1179

Kupang — Event parade 1.001 Kuda Sandalwood dan Festifal tenun ikat kembali di gelar di Sumba.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Ardu Jelamu, kepada awak media di kantor Dinas Pariwisata Provinsi, Kamis (5/7/2018).

Dikatakannya even parade 1001 kuda sandalwood akan di buka dengan resmi pada 7 Juli 2018 di lapangan Manda Elu, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat dan pembukaan Festival Tenun Ikat akan di gelar pada 12 Juli di lapangan pahlawan Waingapu Kabupaten Sumba Timur. Tambahnya, Parade 1.001 Kuda Sandalwood akan digelar di padang Sabana Laipori di kelurahan Watumbaka kecamatan Pandawai Sumba Timur.

“Parade 1001 kuda hias dan festival tenun ikat di Sumba menjadi brand NTT yang akan dikenal di seluruh dunia dengan mempromosikan semua potensi sosial, cultur, alam baik darat maupun bawah laut.Walaupun even ini digelar di Sumba tapi brending NTT sangat kuat. Ini salah satu cara kita untuk mempromosikan NTT tentang semua keindahan alam, potensi sosial, budaya, alam dan beragam potensi lainnya ke mata internasional,” jelas Marius.

Baca Juga :  Pemerintah Terus Mendorong Petani Perluas Lahan Tanam

Dikatakannya bahwa dia telah membangun komunikasi dan kerja sama dengan beberapa kementrian yang akan ambil bagian dalam kegiatan itu. Selain itu kegiatan Tour Tanah Humba, yang di gelar pada 11-15 Juli oleh putra- putri Sumba yang merantau di luar NTT untuk mengajak ribuan wisatawan dari tempat asal rantauan untuk berkunjung ke Sumba dan mengeksplor keindahan Sumba. Dari even ini Nusa Tenggara Timur juga dapat menjadi pintu masuk investor untuk menanamkan modalnya di NTT.

“NTT harus menjadi tuan rumah yang baik terlebih harus menjaga suasana yang aman dan nyaman sehingga tamu bisa lama menginap di daerah wisata,” jelasnya.

Menurutnya, dari 101 top event nasional yang telah di tetapkan oleh Kementrian Pariwisata, lima di antaranya di NTT, yakni festival Komodo, festival Fulan Fehan, Festival Kebangsaan di Ende yang baru di restui Kementrian, serta Tour de Flores.

Dijelaskannya tidak semua Kabupaten di Pulau Sumba menyelenggarakan event tersebut karena kabupaten Sumba Tengah sementara fokus dalam proses penghitungan suara pemilihan bupati dan wakil bupati.
Terkait Festival Fulan Felan di Kabupaten Belu yang sedianya akan di lakukan pada 24-28 Juli di tunda hingga bulan Oktober karena sebagian penari Likurai diikutkan pada latihan tarian di Jakarta. dalam rangka pembukaan Asian Games.

Baca Juga :  Pondasi Pasar Radamata Retak, Vincent : Campuran Tidak Sesuai Spek

“Tarian Likurai dipertontonkan di momen olahraga Asia Games tentu sangat hebat dan masuk even internasional. Kemunculan seni budaya dari NTT khususnya Likurai ini merupakan kesempatan untuk kita promosikan menjual NTT kemana-mana dalam segala even,” ujarnya.

Marius mengajak semua masyarakat NTT untuk ikut bertanggungjawab mendukung even- even besar di NTT tersebut dengan memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan, menjaga kebersihan lingkungan, keelokan, kepesonaan pariwisata.

Dalam kegiatan parade ini Marius memastikan ketersediaan makanan dan penginapan yang cukup untuk para wisatawan. Pihaknya akan terus mendorong pelaku usaha untuk lebih mempersiapkan diri menyambut even besar ini. Ia berharap agar masyarakat setempat yang memiliki rumah yang layak dengan fasilitas yang memadai untuk bisa digunakan jika wisatawan tidak mendapat penginapan di hotel.i. Selain itu kegiatan Tour Tanah Humba, yang di gelar pada 11-15 Juli oleh putra- putri Sumba yang merantau di luar NTT untuk mengajak ribuan wisatawan dari tempat asal rantauan untuk berkunjung ke Sumba dan mengeksplor keindahan Sumba. Dari even ini Nusa Tenggara Timur juga dapat menjadi pintu masuk investor untuk menanamkan modalnya di NTT. (lya/qi)

Baca Juga :  Bupati Perintahkan Kepsek Satap Gokata Bongkar Gedung Mes Guru

Comments

comments