Pembagian PKH Bermasalah, Pendamping Berdalih Mereka Bukan Penerima

35
180212

Tambolaka —- Pembagian uang bagi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) kembali bermasalah lantaran banyak keluarga miskin yang sesungguhnya memiliki hak untuk menerima dana tersebut justru di nikmati oleh oknum tertentu. 

Seperti yang terjadi di Desa Tena Mete, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten SBD. ‎Carles Jaha mengaku dirinya menjadi korban penipuan dana PKH.

Menurutnya, ketika nama penerima bantuan PKH keluar, bukan yang bersangkutan yang menerima justru ada oknum lain yang mengaku itu miliknya yang mengambil dana tersebut.

“Saya salah satu korban di Desa Tena Mete. Ketika saya terima slip dan mengantar di tempat pencairan, disana bukan saya yang pemilik nama yang mengambil uang justru ada oknum lain yang mengaku nama saya menjadi nama dia dan menerima uang saya,” jelasnya kepada media ini, Sabtu (16/9/2017) di desa Tana Mete.‎

Dijelaskannya bahwa saat ‎pembagian uang PKH secara tunai namanya muncul namun dia tidak menerima uangnya, orang lain yang mengambil,  sedangkan pada saat pembagian secara non tunai baru dirinya mendapat jata tersebut.‎

Baca Juga :  Komunitas Marapu Jeep Sumba Bertekad Bantu Masyarakat

Korban lain, Aser Bani dan Mateus Bombo membetulkan bahwa sering terjadi hal yang mencurigakan masyarakat dengan pelayanan pendamping PKH di desa. 

“Benar pak, kami sudah sering tertipu ketika pembagian secara tunai nama kami muncul tapi kami tidak dapat uang, saat non tunai nama kami pun muncul tapi kami juga tidak dapat uang alasannya pendobelan, jadi masih harus di kroscek kembali,” katanya. 

Mereka berharap agar pendamping PKH benar-benar menjalankan tugasnya untuk melayani masyarakat dan memberikan hak-hak penerima PKH yang menjadi haknya bukan kepada oknum lain. Dan juga mereka berharap agar mempermudah pelayanan, pendamping desa membagikan slip di kantor Kecamatan sehingga masyarakat tidak berbondong-bondong ke Bank dan harus antri untuk mengambil slip.

“Pendamping terlebih dahulu harus bagi slip itu ke masyarakat di Kecamatan, sehingga mempermudahkan masyarakat dan juga terserah masyarakat kapan baru mencairkan dana tersebut itu haknya sehingga tidak menyulitkan masyarakat harus antri di Bank,” harap mereka.

Marsel pendamping PKH di Kecamatan Kodi Balghar, Desa Tena Mete mengatakan bahwa mereka yang mengadu itu bukan anggota PKH. 

Baca Juga :  Wagub Resmikan Resto Kelor dan Jamur

“Mereka yang mengadu itu bukan anggota penerima PKH,” ungkapnya singkat saat dihubungi melalui telepon seluler.(red)‎

Comments

comments