Pembukaan Kembali Destinasi Wisata di NTT Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

0
95

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Dibukanya kembali destinasi wisata oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada new normal 15 Juni 2020, tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata NTT, Wayan Darmawa, Kamis (28/5/2020).

Para pengelola wisata di NTT diminta, agar berbenah dan memperbaiki destinasi wisata sesuai standar protokol kesehatan Covid-19.

“Tentu kita akan menerapkan protokol kesehatan standar sesuai kebijakan gubernur ini. Misalnya penyiapan sarana dan fasilitas cuci tangan, penyiapan jaga jarak, pemakaian masker dan lainnya di wilayah destinasi wisata,”kata Wayan.

Begitu pun bagi para wisatawan yang akan berkunjung. Diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan kebersihan. Di antaranya mengenakan masker, jaga jarak, gunakan hand sanitizer, dan lainnya sesuai protokol kesehatan. Selain itu, pihaknya akan menyurati setiap kabupaten/kota untuk menanyakan tentang kesiapan destinasi wisatanya sebelum new normal diberlakukan.

“Semua destinasi wisata wajib menerapkan protokol kesehatan. Artinya kesiapan di lokasi wisata tersebut. kata Wayan. Contohnya, di Taman Nasional Komodo, kita mendorong pengelola destinasi wisatanya, harus menggunakan termal scanner atau pengukur suhu tubuh,”kata Wayan.

Baca Juga :  Kerjasama dan Sinergitas TNI dan Media Perlu Terus Ditingkatkan

Katanya, keputusan membuka kembali destinasi wisata disampaikan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, pada rapat virtual, Selasa (26/5/2020) kemarin.

Dan untuk melanjutkan keputusan itu, pihaknya menggelar rapat virtual dengan sejumlah pihak yakni Badan Promosi Wisata Provinsi, BOP Labuan Bajo Flores dan Asosiasi Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Dikatakannya, dalam rapat itu, semua pihak terkait, mendukung pembukaan destinasi wisata terutama yang telah siap dengan sarana protokol kesehatan. Namun, sebelum pembukaan kembali destinasi wisata, pihak pemerintah daerah di setiap destinasi wisata, diminta membangun komunikasi dengan masyarakat di dekat lokasi wisata. Ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya penolakan, termasuk memastikan di lokasi tersebut aman dari penyebaran virus Covid-19.(*/lya)

Comments

comments