Pemerintah Siapkan 15 Juta Ton Beras

0
52

pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menyediakan 15 juta ton beras untuk kebutuhan kurang lebih 267 juta penduduk Indonesia dan termasuk NTT. Stok beras yang ada 15 juta ton secara nasional untuk kebutuhan bulan Februari sampai Mei 2020 itu sebanyak 7,6 juta ton maka masih tersisa 8 juta ton lebih.

“Jadi stok pangan kita khusus beras untuk kebutuhan nasional melalui satu skenario optimisme kurang lebih kita siapkan 8 juta ton beras dan itu termasuk NTT. Itu skenario yang paling optimis,”kata juru bicara percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Jelamu Ardu Marius kepada pers di Kupang, Minggu (26/04/2020) malam.

Marius menjelaskan, persediaan stock pangan secara nasional dan di Provinsi NTT masih aman dan stabil. Meskipun saat ini bangsa Indonesia dilanda corona virus atau covid-19. Ketersediaan atau stok pangan secara nasional yang tentu akan berdampak juga terhadap stok pangan di Provinsi NTT.

Berdasarkan keterangan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo terkait dengan kesiapan pangan terutama mulai bulan Februari sampai Mei 2020 dan lebih khusus lagi dalam rangka kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia selama bulan puasa sampai nanti Idul Fitri 1441 H.

Baca Juga :  Aparat Diminta Lidik Pembangunan Pasar Radamata

Ada tiga skenario yang Bapak Menteri Pertanian telah jelaskan;

Pertama, skenario yang sangat optimis saat ini pemerintah telah menyiapkan 3,5 juta ton khusus beras dan sampai Februari ke bulan Mei; ketika kemudian berproduksi akan bertambah 12 juta ton sehingga semuanya berjumlah 15 juta ton beras untuk kebutuhan dari kurang lebih 267 juta penduduk Indonesia dan itu termasuk NTT. Stok beras yang ada 15 juta secara nasional 15 juta ton kalau kebutuhan bulan Februari sampai Mei itu 7,6 juta ton maka masih tersisa 8 juta ton lebih. Jadi stok pangan kita khusus beras untuk kebutuhan nasional melalui satu skenario optimisme kurang lebih kita siapkan 8 juta ton beras dan itu termasuk NTT. Itu skenario yang paling optimis;

Kedua, skenario yang moderat yakni negara menyiapkan 3,5 juta ton dan kemudian kita menghitung apabila ada defisit produksi katakanlah 4 persen maka kurang lebih yang dihasilkan 11 juta ton lebih. Itu berarti kebutuhan kita naikan 7,9 juta ton maka kita masih memiliki 7 juta ton pangan khusus beras. Jadi berarti kebutuhan dari 267 juta penduduk Indonesia masih terpenuhi karena masih ada stok kurang lebih 7 juta ton;

Baca Juga :  DPC PDIP Kota Kupang Hijaukan Boulevart Jalan 40

Ketiga, skenario yang paling pesimis. Stok yang ada 3,5 juta, lalu kemudian produksi 11 juta lebih. Setelah kita hitung secara matematis bagaimana defisit produksi lalu kebutuhannya 8,3 juta ton untuk 267 juta penduduk Indonesia itu termasuk penduduk NTT masih tersisa kurang lebih 6 juta ton pangan khusus beras; dari kebutuhan untuk beras untuk 267 juta penduduk Indonesia termasuk NTT tetap aman.

“Jadi singkatnya untuk kebutuhan pangan beras secara nasional aman dan tentu juga termasuk NTT. Ada 11 komoditas yang sangat kita butuhkan saat ini yakni : beras, jagung, bawang putih, cabai, telur ayam, gula pasir, minyak goreng, ayam buras, bawang merah, gula pasir. Tentu pemerintah juga berusaha untuk memenuhi semua kebutuhan masyarakat,” jelas Marius.
Dia menambahkan, ada tiga komoditas yang memang perlu diusahakan lebih keras karena bergantung pada import seperti : bawang putih dan gula pasir. “Karena memang stok dalam negeri kurang makanya kita harus mengimport termasuk juga daging sapi dan itu juga stok dalam negeri kurang,” ungkapya.

Baca Juga :  Parade 1.001 Kuda dan festival Tenun Ikat Kembali Digelar

Nah persoalannya kata dia, ada sejumlah negara yang menjadi negara eksportir daging sapi ke berbagai negara termasuk di Indonesia terkena lockdown. Dengan demikian, daging sapi yang dipasokan itu akan terlambat sampai di Indonesia termasuk NTT.

“Tentu untuk NTT kita tahu sebagai provinsi ternak yang juga memiliki kurang lebih 1 juta ekor sapi untuk kebutuhan masyarakat NTT bisa terpenuhi. Kita harapkan semua kebutuhan dasar masyarakat di seluruh Indonesia termasuk NTT tetap terkendali dan aman,”tandasnya.

Hingga malam ini data yang terkumpul dari 22 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se NTT menyebutkan jumlah OTG sebanyak 261 orang; OTG saat ini 230 orang dan OTG selesai dipanau 31 orang. Jumlah ODP, PDP dan Konfirmasi 1654 orang; ODP sebanyak 1600 orang; selesai pemantauan 997 orang; yang dirawat sebanyak 10 orang. Karantina mandiri 541 orang; karantina terpusat 51 orang; kondisi saat ini 602 orang. Jumlah PDP sebanyak 11 orang. Sampel yang dikirim sebanyak 75 sampel; 1 sampel sembuh; 51 hasil laboratorium negatif; dan belum ada hasil 23 sampel. (*/lya)

Comments

comments