Pemkab ‎Belum Maksimal Peduli Terhadap Korban Kebakaran

0
1741

Tambolaka — Hingga saat ini pemerintah terkesan tidak peduli dengan nasib 280 jiwa korban kebakaran di kampung Puu Komi Desa Bili Cenge Kecamatan Kodi Utara. 

Bagaimana tidak, sejak dari terjadinya musibah kebakaran yang menghanguskan 22 rumah warga tersebut, Pemerintah Kabupaten baru hanya sebatas memberikan bantuan berupa beras satu ton dan beberapa lembar pakaian sekolah untuk anak-anak korban kebakaran. Sementara air bersih dan bahan makanan lainnya tidak diberikan. Padahal air bersih sangat dibutuhkan oleh para korban.

Sementara bantuan satu unit tenda dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), entah gerangan apa sehingga tenda tersebut diambil kembali oleh pihak BPBD‎. 

“Kami tidak mengerti kenapa bantuan tenda yang diberikan BPBD yang sudah sedikit membantu para korban tetapi kemudian diambil kembali oleh pemerintah. Alasannya diambil kembali tenda itu pun tidak masuk akal, karena katanya tenda tersebut tidak digunakan para korban,” kata Kepala Dusun Desa Bili Cenge, Marten Ngedo Rangga kepada media ini di lokasi kebakaran, Jumad (8/9) siang. ‎

Baca Juga :  DBD Mengancam, Walikota Warning Dinkes Lakukan Foging

Alasan yang disampaikan itu benar-benar membuat para korban kecewa dan kesal. “Memang siang hari korban tidak berada didalam tenda karena panas, jadi mereka keluar dan berteduh sembari tidur-tiduran dibawah pohon, nanti malam baru mereka masuk ke dalam tenda dan tidur. Makanya saya katakan kalau alasan diambil kembali tenda tersebut tidak masuk akal,” tandasnya seraya mengaku bahwa tenda tersebut justru di gunakan untuk berdiskusi dengan pihak korban untuk bagaimana caranya membangun rumah darurat  untuk urusan adat. 

Terpal-terpal rusak dan bambu yang dimanfaatkan para korban untuk membuat rumah darurat

Kata Marten dalam kampung Puu Komi terdapat 280 jiwa, dimana pada waktu kejadian semua warga di dalam kampung itu sedang mengikuti acara penguburan di kampung sebelah. Sehingga tak ada satu pun dari korban yang menyelamatkan barang-barangnya. ‎

“Kejadian itu tidak ada barang yang bisa di selamatkan, semuanya ludes di lahap api termasuk motor, 16 ekor babi, mamoli, gong, gading, dan bahan makanan,” ujarnya.‎

Kata Marten bahwa‎ dari pihak BPBP dan Dinas Sosial bahwa saat ini stok beras kosong dan tenda pun tidak ada karena belum dilakukan pengadaan.‎

Yosefina Tanggu Bore mengatakan sebagai keluarga dari kampung Puu Komi, dirinya merasa terpanggil untuk membantu para korban. Dan hingga saat ini dia sudah memberikan empat tengki air bersih, sejumlah pakaian bekas, bahan makanan seperti supermie, gula, kopi dan teh. Dia berharap pemerintah bisa membantu memberikan tenda, air bersih dan kebutuhan dasar lainnya. ‎

Baca Juga :  Anggota DPRD Kota Kupang Sambangi Nelayan

Terpantau media ini, para korban memanfaatkan terpal-terpal rusak dan bambu untuk membangun rumah darurat agar mereka bisa berteduh bersama sanak keluarga didalam. ‎(red)

Comments

comments