Pemkot Dukung Aksi Bersih-bersih Pantai dan Laut

0
91

Kupang — Dalam rangka memeriahkan peringatan kemerdekaan RI ke 73, Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama dengan organisasi Pandu Laut Nusantara melakukan aksi Nasional bersih-bersih pantai dan laut.

Aksi tersebut secara serentak menghadap ke laut di 73 titik perairan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke secara serentak pukul 15.00 waktu setempat dan NTT merupakan salah satu titik terpilih untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Wali kota Kupang Jefry Riwu Kore mengatakan Kota Kupang merupakan kota pesisir yang memiliki potensi sumber daya laut dan pesisir yang dapat di kembangkan dan dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui usaha pariwisata.

Industri pariwisata bahari membutuhkan kondisi laut dan pesisir yang tetap indah dan bersih maka dengan itu pihaknya mendukung seluruh aksi gerakan bersih pantai dan laut yang dilaksanakan hari itu.

“Kami juga mengucapkan selamat datang kepada peserta aksi hari ini baik yang di darat maupun tim laut yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat kota Kupang dengan suka rela berpartisipasi dalam memberikan dukungan yang luar biasa agar kegiatan ini sukses sehingga memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan lingkungan, “katanya.

Baca Juga :  Pertamina Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis

Semoga laut dapat lestari dan menjadi masa depan bangsa dan negara Indonesia. Gerakan Itu lanjutnya, dalam rangka memperingati HUT RI ke 73 dan menyongsong our ocean conference di Bali 29-30 Oktober 2018.

“Kami berharap dengan aksi ini dapat meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menangani sampah yang juga mengurangi juga sampah plastik, untuk itu kami mendesain strategi dan aksi pengolahan sampah di kota Kupang sehingga lingkungan laut dan pesisir tetap lestari serta masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi dengan baik,” ungkapnya.

Plt Gubernur NTT, Robert Simbolon mengatakan aksi gerakan bersih pantai dan laut ini merupakan insiasi menteri kelautan dan perikanan untuk menjadi gerakan suka rela bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk membangun dan peduli serta menjadikan laut Indonesia dan dunia menjadi lebih bersih, lebih sehat bagi ekosistem kehidupan laut juga bermanfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Menurutnya bahwa permasalahan sampah laut merupakan isu global dan perlu diketahui bahwa sampah di Indonesia mencapai 64 juta Ton pertahun dan 3,2 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik. Indonesia pada saat ini menempati peringkat kedua penyumbang sampah plastik terbesar kelautan.

Baca Juga :  Kapolda NTT Siap Usut Penyelewengan Pupuk Subsidi

“semoga kegiatan ini membawa dampak yang positif bagi masyarakat dan laut NTT,” ujarnya. (lya/qi)

Comments

comments