Pemkot Gandeng BPJS dan Bank NTT Salurkan Bansos Pangan Non Tunai

0
343

Kupang — Untuk memudahkan penyaluran bantuan sosial non tunai kepada masyarakat miskin, Pemerintah Kota Kupang bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, atau BPJS Ketenagakerjaan cabang Nusa Tenggara Timur dan Bank NTT.

Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama dilakukan di ruang Garuda kantor Walikota, dihadiri Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank NTT, Absolom Sine dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang NTT, Ritha Damayati.

Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore dalam sambutannya mengatakan, melalui kesepakatan bersama yang telah dibangun antara pemerintah dengan Bank NTT beserta BPJS, maka proses penyaluran bantuan sosial, atau Bansos pangan non tunai di Kota Kupang sudah bisa diterapkan dan dilaksanakan dengan baik.

Menurutnya dengan transaksi nontunai, maka penyaluran bantuan pangan di Kota Kupang oleh pemerintah kepada masyarakat miskin akan semakain mudah, dan indikasi terjadinya korupsi juga dapat dikurangi.

Untuk diketahui, dalam acara penandatanganan kesepakatan bersama itu, pemerintah juga melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan Bank NTT tentang penerapan layanan Cash Management System.

Baca Juga :  Wagub NTT Serahkan Sapi Kurban Bantuan Presiden

Pada kesempatan tersebut, Walikota Kupang Jefri Riwu Kore juga mengaku bahwa kesejahteraan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya Pekerja Tidak Tetap (PTT) dilingkup pemerintah Kota Kupang wajib diperhatikan. Terlebih, PTT yang sudah mengabdi belasan tahun namun tidak dapat diakomodir menjadi Pegawai Negeri Sipil, atau PNS dalam penerimaan calon PNS beberapa waktu lalu.

Untuk itu, Walikota berniat menjalin kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, (BPJS) Ketenagakerjaan cabang Nusa Tenggara Timur, dalam hal jaminan hari tua bagi PTT.

“pemerintah akan berupaya menaikan gaji PTT di lingkup pemerintah Kota Kupang, dengan membedakan antara PTT yang baru dan PTT yang lama. Melalui kenaikan gaji tersebut, pemerintah akan memotongnya untuk membayar iuran pensiun di BPJS, agar PTT yang pensiun juga bisa menerima tunjangan hari tua,” katanya. (lya/qi)

Comments

comments