Pemkot Kupang Beri Perhatian Serius Terhadap Masalah Stunting

0
41

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Menjadi catatan khusus dalam rencana pemerintah daerah terkait persoalan stunting atau gizi buruk pada 5.151 anak Bawah Lima Tahun (Balita) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

“Persoalan stunting jadi catatan khusus saya dan wali kota dalam rencana pemerintah daerah. Ini sudah menjadi persoalan pemerintah dalam mencegah stunting di Kota Kupang,” kata Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man, Senin (21/9/2020).

Menurutnya, persoalan penyelesaian gizi buruk bukan sekedar membagikan ibu hamil dan balita Pemberian Makanan Tambahan (PMT) seperti susu dan kacang hijau, namun penyelesaiannya dari akar yakni akan mewajibkan setiap warga yang akan menikah harus memenuhi persyaratan anti stunting yang akan dipertegas dalam Peraturan Wali Kota (Perwali).

Selama ini pembagian PMT tidak cukup sebagai solusi penyelesain gizi buruk, karena pemberiannya setelah wanita hamil dengan usia kandungan empat bulan. Padahal pembentukan daya tinggi titik sentral di bawah tiga bulan.

“Makanya kita perlu pikirkan peraturan wali kota dengan mewajibkan orang yang mau menikah harus memenuhi persyaratan anti stunting agar dapat mencegah terjadi gizi buruk,” tambah Herman Man.

Baca Juga :  Jefry Riwu Kore Lantik Lima Pejabat Eselon II

Data balita gizi buruk hasil Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi berbasis Masyarakat (e-PPGBM) periode Februari 2020 berada pada grafik presentase sebesar 32,23 persen atau sebanyak 5.151 anak balita menderita gizi buruk dari sebanyak 15.980 anak balita yang di ukur status gizinya.

Adapun berdasarkan zona, kecamatan Alak terdapat sebanyak 1.296 anak, Maulafa 1.252 anak, Kota Raja 529 anak, Oebobo 735 anak, Kota Lama 378 anak dan kecamatan Kelapa Lima sebanyak 961 anak yang mengalami stunting.(lya)

Comments

comments