Pemkot Kupang dan BeKraf Putuskan Kontrak Pembangunan Misbar dan Lakukan Tender Ulang

0
39

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Sempat mangkrak dalam penyelesaian proyek pembangunan teater terbuka (Misbar) di jalan Timor Raya lokasi eks Teluk Kupang, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (BeKraf) Kementerian Pariwisata memutuskan kontrak, dan dibuat tender baru untuk segera dikerjakan hingga selesai.

“Tahun lalu itu kontraktornya dari Lampung, namun dalam masa pengerjaan tidak selesai sehingga tahun ini kita upayakan dan kejar terus hingga harus selesai  tahun ini,” kata Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Infrastruktur bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Elizabeth Gurning saat pembahasan lanjutan rencana revitalisasi pembangunan Misbar, Rabu, 7 Oktober 2020.

Proyek pembangunan Misbar tersebut sebelumnya dikerjakan oleh PT Perintis asal Lampung yang seharusnya selesai di akhir Desember 2019, namun tidak dapat memenuhi tengat waktu penyelesaian pekerjaan meski telah mengajukan adendum atau penambahan waktu hingga Februari 2020.

Hal tersebut membuat BeKraf mengambil langkah memutuskan kontrak kerja dan membuat proses pelelangan tender baru, secara langsung dan terbuka melalui LPSE dan kini dilanjutkan oleh PT Tolping Jaya Jakarta.

Baca Juga :  Dandim 1604/Kupang Paparkan Program TMMD Tahun 2020

“Kami apresiasi kementrian yang tetap memberikan perhatian khusus untuk membantu warga dalam kaitan menunjang peningkatan ekonomi dan wadah bagi seniman. Kami juga berharap ada progres terhadap pekerjaan yang sudah kita mulai tahun lalu,” kata Wali kota Kupang, Jefri Riwu Kore.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Januar Daly mengakui proyek tersebut memang sudah dikerjakan dari tahun 2019, namun tidak dapat selesai sesuai masa kontrak, sehingga melakukan pemutusan kontrak dan membuat tender baru, sehingga proyek tersebut mulai dikerjakan dengan tengat waktu penyelesaian selama 87 hari kerja terhitung 2 Oktober – 27 Desember 2020.

Dia mengakui proses ketidakmampuan kontraktor dalam memenuhi penyelesaian pekerjaan pembangunan Misbar tersebut terkendala dengan terbatasnya material dan tidak memenuhi spek yang ditentukan oleh kementrian, serta droping bahan bangunan dari luar NTT terkendala keterlambatan proses pengiriman.

“Semua proses dan pemilik pekerjaan ini adalah badan pariwisata dan ekonomi kreatif, sehingga kita hanya menerima hasil dari pemerintah pusat. Kita hanya membantu membantu dan memantau  proses penyelesaian, “katanya.

Baca Juga :  Telkomsel Serahkan Lebih dari 700 Ekor Hewan Kurban

Teater terbuka dengan mengusung desain tanpa atap dan ruang terbuka (Misbar) menjadi tempat atau wadah ekspresi seniman dan pegelaran budaya guna pengembangan pariwisata seni budaya dan ekonomi kreatif.

“Kita memang berkepentingan untuk ini harus jadi untuk pengembangan pariwisata. Itu yang pemkot Kupang selalu dukung, “tutup Januar. (lya)

Comments

comments