Pemkot Kupang Lakukan Rakor Lintas Sektor Atasi DBD

0
61

Pemerintah Kota Kupang melakukan Rapat koordinasi (Rakor) lintas sektor terkait antisipasi dan penanggulangan DBD di Kota Kupang Selasa (3/3/2020). Rakor yang berlangsung di rumah jabatan Wali Kota Kupang ini, dihadiri Wali Kota Kupang,  Jefri Riwu Kore, Kasdim 1604/Kupang, Letkol (Inf) Sugeng Prihatin, unsur Forkopimda dan pihak terkait lainnya.

Dalam laporannya, Ketua Panitia, Sri Wahyuningsih mengatakan, tujuan dia adakan kegiatan ini untuk meggalang komitmen dengan lintas sektor dalam menggerakkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian penyakit berbasis lingkungan salah satunya Deman Berdarah Dengue (DBD).

“peserta dalam pertemuan ini melibat seluruh stakeholder dan pemangku kepentingan di wilayah kota kupang, “katanya.

Menurutnya, dengan adanya pertemuan ini di harapkan adanya dampak positif terhadap Partisipasi aktif masyarakat yang berkelanjutan dalam menjaga kebersihan lingkungan (PSN/jumat bersih) yang akan berdampak pada pemutusan mata rantai penularan DBD
Pemangku kepentingan ikut berperan dalam menggiatkan dan memastikan kegiatan PSN berjalan dengan baik
Kepala wilayah masing-masing bertanggung jawab dalam pelaksanaan kebersihan lingkungan masing-masing dan pengawasan terhadap kasus DBD yang ada di wilayah masing-masing sehingga tidak meluas

Baca Juga :  Bangun Infrastruktur NTT Dengan Sistem "Out Of Box"

Sementara Wali Kota Kupang dalam sambutannya mengatakan kita memberikan catatan khusus pertemuan hari ini untuk mengantisipasi kasus Demam berdarah Dengue (DBD) dan kasus ini tidak bisa kami diamkan begitu saja tanpa ada solusi-solusi khusus untuk penyelesaian kasus DBD yang ada di kota Kupang.

“saya memberikan catatan kepada semua staf saya bahwa tahun lalu kita tidak terlalu panik seperti sekarang ini karena pada awalnya saja kita sudah ada korban dua orang pada saat itu sehingga ini membuat kita sedikit terkaget-kaget karena pada tahun yang lalu DBD ini tidak secepat yang kita rasakan tahun ini tahun.lalu itu dalam proses DBD saya juga turun ke lapangan untuk membantu memberikan support kepada saudara-saudara kita RT, RW para camat, lurah memberikan support foging dan sebagainya sehingga pada saat itu tidak terjadi kasus seperti ini makin hari makin kesini makin banyak kasus DBD oleh karena itu saya mengundang seluruh stakeholder bapa ibu forkopimda untuk ikut terlibat dan juga ikut bantu kami dalam penanganan baik secara langsung maupun tidak langsung,.”katanya.

Baca Juga :  Fashion Show Lomba Faforit bagi Anak-Anak

Ia.meminta Dandim dan semua jajarannya sudah barang tentu akan memberikan arahan kepada stafnya , kepolisian, Kejari untuk juga memberikan arahan kepada stafnya untuk membantu pemerintah kota Kupang karena kita masih dalam satu masyarakat yang menghadapi wabah DBD ini. Oleh karena itu kenapa bapak ibu harus ada disini juga dalam tanda petik membantu kami apa yang diharapkan kami untuk masyarakat walaupun memang disini ada para camat dan lurah.

“Perkara ini bukan perkara mudah tapi harus kita tangani sungguh-sungguh tidak bisa main-main karena Persoalannya sangat menganggu kehidupan kita banyak saudara-saudara dan adik-adik kita yang terserang DBD saya hanya menghimbauan kita semua untuk kita tetap berjuang untuk
Mengatasi ini dalam waktu tidak terlalu saya akan diskusikan kepada ibu kadis kesehatan untuk membentuk tim reaksi cepat untuk menangani beberapa kasus khususnya DBD oleh itu semua akan terlibat di dalamnya di dinas kesehatan itu akan di bentuk dengan bantuan camat dan lurah.Sudah barang tentu orangnya harus terlatih dulu, “tegasnya.

Baca Juga :  Sambut HUT ke-69, IDI NTT Gelar Collour Run

Ia menjelaskan tidak perlu tunggu orang sudah sakit atau sudah meninggal baru kita turun begitu ada indikasi, ada tanda-tanda DBD itu harus turun disitu memang sebenarnya untuk foging itu harus lokasi-lokasi tertentu atau ada orang yang sakit disitu tetapi perlu kita pertimbangkan

Memang kita tidak perlu KLB kita pastikan semua berjalan baik oleh karena itu lurah, camat itu harus tau hubungan dengan RT, RW jika ada warga yang tanda-tanda DBD segera dilaporkan jangan sampai ada kecelakaan
Oleh karena itu tanggung jawab ada dilurah RT, RW. Satu hal yang paling penting sampaikan kalau ada gejala-gejala DBD.(lya)

Comments

comments