Pemkot Kupang Terus Berbenah Wujudkan Kupang Hijau

0
56

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Pemerintah Kota Kupang terus melakukan pembenahan dalam berbagai unsur pembangunan dalam rangka mewujudkan Kupang Hijau. Untuk mewujudkan program ini, Pemkot Kupang Terus menggelorakan kegiatan tanam pohon, tanam air, dan bersihkan sampah.

Demikian dikatakan Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore Jumat (15/11/2019) di Kantor Wali Kota Kupang saat jumpa pers dengan awak media terkait Gerakan Kupang Hijau.

“Kami perlu memikirkan untuk membuat satu gerakan lagi yang namanya Kupang Hijau. Gerakan ayo berubah kemarin sudah di canangkan. Hari ini ayo berubah dengan sub tema “Gerakan Kupang Hijau” yang kita harapkan Kota Kupang ini menjadi satu kota yang sejuk untuk kita semua,” katanya.

Ia mengatakan, tujuan gerakan Kupang Hijau adalah sesuai visi-misi Pemkot Kupang yang keempat yakni Kota Kupang menuju kota metropolitan yang berwawasan lingkungan, dengan konsep kota yang layak huni, cerdas, mandiri dan sejahtera dengan tata kelola bebas KKN. Karena itu, salah satunya adalah Kupang hijau.

Dalam program Kupang Hijau ada tiga komponen penting ayo tanam pohon, tanam air, ayo bersihkan sampah untuk stop khususnya sampah plastik. Tiga pokok itu adalah sasaran dalam gerakan Kupang Hijau. Dengan adanya gerakan ini nanti diharapkan Kota Kupang ini makin hijau dan makin sedikit kurang panasnya. Waktu pelaksanaan itu hari Sabtu 16 November 2019 jam 06
00-09.00 di area Car Free Day (CFD) jalan El Tari.

Baca Juga :  OJK Berusaha Tingkatkan Inklusi Dan Literasi Jasa Keuangan di NTT

Menurutnya dalam meluncurkan program Kupang hijau ini, Pemkot Kupang akan mensosialisasikan langkah-langkah konkrit kepedulian terhadap lingkungan kepada seluruh lapisan masyarakat melalui tiga aksi nyata yang berkelanjutan yakni tanam pohon, tanam air, dan stop sampah plastik. Mengedukasikan generasi muda terhadap pentingnya memelihara kelestarian lingkungan

“Kami mengundang para tokoh agama tingkat NTT, Uskup Agung Kupang, Ketua Sinode GMIT, Ketua MUI NTT, ketua PHDI NTT, Ketua Umat Buddha NTT, Forkopimda Kota Kupang. Kami ajak mereka ikut semua supaya mereka juga terlibat dalam gerakan Kupang Hijau karena dengan adanya tokoh-tokoh agama ini nanti kami akan kerjasama nanti dengan mereka untuk menyebarkan gerakan Kupang Hijau, “ujarnya.

Pesertanya diharapkan kurang lebih 5000 ribu orang dari ASN, ditambah dengan anak-anak sekolah jadi pada acara itu nanti ada deklarasi Kupang Hijau oleh Wali Kota Kupang dengan tokoh agama dan Forkopimda Kota Kupang.

“Kita juga ada penanaman pohon secara simbolis oleh saya dan para tokoh agama dan mungkin ada testimoni dari para tokoh agama kemudian kita juga dalam rangka melaunching mobil sapu jalan yang sudah dibeli oleh Pemkot Kupang pada beberapa bulan yang lalu dan saya juga menyampaikan inti dari gerakan Kupang Hijau ini yaitu kami mengajak semua stakeholder supaya mereka terlibat dan kami menghimbau kepada semua gereja, masjid dan tokoh-tokoh masyarakat untuk juga menyampaikan gerakan ini kepada seluruh masyarakat dengan mengajak masyarakat untuk menanam pohon yang tingginya minimal tiga sampai empat meter pohon yang di tanam nanti dan kami berharap bahwa ada gerakan satu orang tanam satu pohon maksudnya satu keluarga tanam satu pohon, satu kantor satu pohon, satu ASN satu pohon maksudnya begini kalau dia itu sebagai kepala keluarga tanggung satu pohon terus kalau dia sebagai ASN satu pohon lagi berarti ada dua pohon yang dia tanam ini himbauan kepada masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  NTT Kaya Spot Wisata Alam

Lepas dari itu semua pemerintah Kota Kupang juga sekarang sudah menyiapkan 3000 pohon untuk ditanam. Kemudian tahun depan direncanakan 5000 pohon lagi, yang semuanya akan ditanam di Kota Kupang dengan jarak tanam tiga sampai empat meter. Pohon yang sudah disediakan diantaranya trambesi, kepang kencana, kelor, sepe dan bougenvil. Pohon-pohon ini sudah tersedia dan akan di tanam pada bulan Desember atau November manakala sudah mulai hujan.

“Kita menanam pohon bukan anakan dengan harapan lima, enam tahun yang akan datang dia sudah tumbuh besar dan bisa merubah Kota ini, menjadi Kota yang sejuk kalau tanam anakan orang
Saya sudah berhenti jadi Wali Kota Kupang anakan hilang saja kemudian gerakan menanam air ini melalui pembuatan biopori sumur resapan dengan satu keluarga satu sumur resapan. Sedangkan gerakan stop penggunaan plastik budayakan bawa botol minum dan tempat makan sendiri dalam aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.

Mengenai instruksi dan himbauan Wali Kota terkait gerakan Kupang Hijau melalui konferensi pers dan publikasi media, talkshow yang menghadirkan para tokoh lintas agama serta ahli lingkungan seperti Dr. Nick Ramang (Undana), Zeth Malelak pusat studi lahan kering Indonesia Timur, Umbu Wulang dari WALHI, Romo Geradus Duka dari Vikjen Keuskupan Agung Kupang, seruan para tokoh agama agama (suara pastoral, khotbah dan lain-lain. Road show ke Gereja, Mesjid, Ormas Komunitas dan lain-lain
Mari kita jadikan Kupang lebih Hijau, lebih bersih, lebih indah dan lebih nyaman. Ayo berubah, Kota Kupang smart city.(lya)

Baca Juga :  DAS Adalah Unit Pembagi Seluruh Ekosistem

Comments

comments