Pemkot Tidak Kenal 30 PSK Tersisa

0
186

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Sebanyak 30 orang Pekerja Seks Komersial (PSK) yang mengaku tidak terdaftar, sehingga tidak ikut dipulangkan pekan lalu tidak dikenal Pemerintah Kota Kupang. Pasalnya dalam sejumlah pendataan yang dilakukan Pemkot Kupang, 30 PSK tersebut tidak mau didata, dan sebagiannya tidak pernah ditemui.

“Itu bukan tidak dipulangkan tetapi mereka itu adalah orang-orang yang tidak jelas, karena waktu pendataan mereka itu tidak ada dan tidak mau di data. Kita data jelas dan berulang-ulang kali ke sana mereka tidak ada, begitu tahu kalau ada anggaran dan ada pesangon untuk mereka baru rame-rame datang mengaku jadi PSK,” jelas Wali Kota Kupang, Dr. Jeffri Riwu Kore kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (7/10/2019).

Jeffri mengaku dirinya hanya akan mau bertemu dan berdialog dengan para PSK secara langsung, tanpa melalui perantara atau organisasi apapun yang mengatasnamakan para PSK.

“Saya bilang tadi yang merasa PSK masuk dan saya jelaskan tapi tidak ada yang mau masuk jadi saya menganggap itu bukan PSK hanya mengaku-ngaku PSK saja,” jelasnya terkait kedatangan tim Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) yang gagal bertemu.

Baca Juga :  DBD Mengancam, Walikota Warning Dinkes Lakukan Foging

Menurutnya pemerintah sudah melakukan pendataan berkali-kali secara langsung ke Lokalisasi Karang Dempel (KD) untuk bertatap muka langsung dengan para PSK. Namun dalam berbagai kesempatan pendataan tersebut, 30 orang PSK yang mengaku belum dipulangkan ini tidak pernah ada di KD.

“Saya agak keberatan bahwa ada yang tidak dipulangkan, karena semua yang kita data sudah dipulangkan. Saya curiga ada orang-orang yang main di belakang untuk mengaku-mengaku sebagai PSK. Buktinya tadi saya minta yang PSK yang masuk, ternyata tidak ada yang mau masuk. Padahal saya sudah suruh yang PSK untuk masuk karena saya tidak pernah menolak kalau mereka mau datang,” tegasnya.

Ditegaskannya 30 orang PSK yang disebut OPSI NTT masih ada di KD dan belum dipulangkan tidak dikenal Pemkot Kupang. Karena pendataan yang dilakukan Pemkot Kupang sudah berulang kali dilakukan sejak Januari 2019 lalu, dan nama-nama mereka tidak pernah ada dalam setiap kali pendataan. Karena itu, dirinya mempertanyakan siapa para PSK yang mengaku tidak terdata dan masih berada di Kota Kupang saat ini.

Baca Juga :  Kontraktor CV. Rasa Sayang Terkesan Tidak Bertanggung Jawab

“Datang sini supaya kita bicara. Mengapa anda tidak datang waktu kita lakukan pendataan dan sosialisasi berkali-kali disana (KD, Red). Sekarang baru mengaku jadi PSK dan minta uang pasangon, dan buat persoalan bagi kita,” tegasnya.

Karena itu, tim OPSI NTT yang dipimpin ketua OPSI NTT, Adelia dan tujuh PSK yang sempat mendatangi kantor Wali Kota Kupang, Senin (7/10/2019) tidak menemui Wali Kota Kupang dan memilih pulang. Karena Wali Kota Kupang, Jeffri Riwu Kore tidak berkenan menerima perwakilan PSK atau pimpinan organisasi yang menyebut diri sebagai pendamping para PSK. Karena data yang diberikan Pemkot Kupang kepada Kementerian Sosial haruslah data yang benar-benar dari para PSK, dan bukan dari organisasi atau perwakilan.

“Saya anggap mereka bukan PSK dan tadi saya sampaikan yang merasa PSK silahkan masuk kedalam supaya kita bicara. Karena saya tidak bicara dengan perwakilan atau organisasi selain PSK. Karena yang berkepentingan adalah PSK nya dan bukan organisasi. Nanti saya sampaikan datanya ke Kementerian Sosial, bisa dianggap Wali Kota bohong,” tandasnya.(lya/eho)

Baca Juga :  Bayi Wajib Didaftarkan ke BPJS

Comments

comments