Pemuda Kristen NTT Cinta Damai Kutuk Aksi Kejahatan di Sabu

0
16241

Kupang—Menyikapi peristiwa kekerasan dan kejahatan terhadap anak yang terjadi di Kabupaten Sabu Raijua pada, Selasa 13/12/2016, berbagai elemen masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) angkat bicara.

Seperti Forum Pemuda Kristen NTT Cinta Damai melalui Ketua BP Pemuda GMIT, David Natun, Ketua BP Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang, Erenst Blegur, Sekretaris FKPGK Kota Kupang, Amos B. Rido, Ketua Umum Brigade Meo, Pdt. Ady W.F. Ndiy, M.Th dan tokoh Pemuda Hermanus Boki.

Dalam pernyataan sikap yang diterima , menyatakan bahwa Forum Pemuda Kristen NTT Cinta Damai menyampaikan rasa empati yang tulus dan mendalam kepada orang tua dan keluarga korban serta mendoakan para korban agar tertolong dan segerah pulih.

Mereka pun mengutuk dengan keras aksi kejahatan kemanusiaan yang mengakibatkan tujuh anak mengalami kekerasan secara sadis. “Peristiwa kekerasan terhadap anak yang terjadi di Sabu merupakan tragedi kemanusiaan yang melampaui batas-batas perikemanusiaan,” kata David Natun.

Forum ini juga meminta kepada KPAI dan semua pihak untuk agar melakukan proses pemulihan trauma terhadap anak-anak korban kekerasan dan anak-anak lainnya yang berada di lokasi peristiwa dan kepada VigRx Plus pemerintah dan penegak hukum untuk melakukan langkah penanganan hukum yang transparan dan tuntas terhadap pelaku kekerasan tersebut serta mengungkap motif dibalik kehatan itu untuk memenuhi rasa keadilan.

Baca Juga :  Babinsa Nunkurus Sosialisasi Program Tanam Jagung

Mereka pun menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat NTT untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan segala isu yang menyesatkan serta meminta kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat untuk berada di garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah masing-masing dan meredam berbagai gejolak sosial yang mungkin saja terjadi.

“Kepada seluruh elemen masyarakat agar segerah melaporkan kepada pemerintah dan aparat apabila mengetahui hal-hal yang mencurigakan di lingkungannya dan menghindarkan diri dari tindakan main hakim sendiri,” kata Natun. (red)

Comments

comments