Penjabat Sekda Kota Kupang Buka Workshop Optimalisasi Kelembagaan di Lingkungan BUMD

0
98

Acara Workhsop Optimalisasi Kelembagaan Di Lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Kupang Tahun 2020 di buka oleh Pejabat Sekretaris Daerah Kota Kupang Di Hotel On The Rock.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Kupang Muhammad Khairil, Selaku ketua penyelenggara kegiatan menyampaikan bahwa, Workshop Optimalisasi Kelembagaan Di Lingkungan BUMD Kota Kupang Tahun 2020 ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Wali Kota Kupang Nomor 66/ KEP/ HK/ 2020 Tanggal 30 Januari 2020 tentang: Panitia Pelaksanaan Kegiatan, Narasumber Dan Moderator Kegiatan Workshop Optimalisasi Kelembagaan Di Lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Kupang Tahun 2020.

“Kegiatan ini bertujuan untuk pembinaan BUMD agar dapat meningkatkan kemampuan BUMD dalam menghadapi masalah-masalah internal dan sebagai salah satu upaya pemerintah Kota Kupang dalam melakukan pembinaan terhadap BUMD sehubungan dengan konteks peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia di BUMD, “katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa harapan dari terselenggaranya kegiatan ini agar dapat menghasilkan SDM BUMD yang efisien dan profesional dalam melaksanakan usahanya serta mampu menyesuaikan dengan perkembangan saat ini sehingga mampu menjawab berbagai permasalahan yang di hadapi oleh BUMD serta terwujudnya kemandirian ekonomi yang memiliki daya saing sebagaimana Misi Pemerintah Kota Kupang yaitu: “Mengembangkan Perekonomian Kota Kupang yang berdaya saing dengan meningkatkan peran swasta (KUPANG MAKMUR) dapat tercapai.

Baca Juga :  Hotel Aston Launching Menu Baru "Mie Tarik Aston"

Acara Workshop Optimalisasi Kelembagaan Di Lingkungan BUMD Kota Kupang Tahun 2020 ini dihadiri oleh kurang lebih 100 orang peserta yang berasal dari karyawan/ karyawati PDAM Kota Kupang, karyawan/ karyawati PD Pasar Kota Kupang, karyawan/ karyawati PT. Sasando Kota Kupang serta OPD terkait dilingkup Pemerintah Kota Kupang. Sementara Narasumber dalam kegiatan ini adalah: Penjabat SEKDA Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si, Kepala Biro Perekonomian dan Kerja ama SETDA Provinsi NTT Dr. Drs. Jusuf L. Rupidara, M.Si serta Akademisi dan pengamat ekonomi Kota Kupang Dr. Frits Fanggidae, M.Si., MEP.

Sementara itu Penjabat SEKDA Kota Kupang, Elvianus Wairata,dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan workshop ini, mengapa? Karena workhsop ini adalah yang pertama dilingkungan BUMD kita.

“Tentu kegiatan hari ini pesan yang sarat makna bagi pencapaian visi dan misi pembangunan kota kupang terutama dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu aspek utama dalam otonomi daerah, BUMD memiliki peran strategis dalam mewujudkan kemakmuran daerah, yang sudah tentu harus memberikan kontribusi yang signifikan pada penerimaan PAD, “katanya.

Ia.menjelaskan ini akan menjadi tantangan yang cukup serius bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan peran atau kontribusi BUMD terhadap PAD kita, karena persaingan marketnya semakin tinggi dengan adanya pasar global. Jadi BUMD harus benar-benar mampu menjawab tantangan persaingan yang salah satunya adalah melalui perubahan dan penguatan kelembagaan, sehingga SDM pada BUMD kita dapat menopang terjadinya optimalisasi baik dalam konteks peran dan fungsi BUMD.

Baca Juga :  Pesparani Kota Kupang di Gelar November Mendatang

“Selaku pemerintah saya berharap workhsop ini dapat memberikan sumbagsih dan manfaat bagi peningkatan peran BUMD-BUMD kita yang pada gilirannya nanti akan berdampak konstruktif pada peningkatan ksejahteraan masyarakat dan kemajuan kota kupang ini, “tegasnya.

Selanjutnya dalam kesempatan tersebut Penjabat SEKDA Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si, mengisi sesi sebagai narasumber dalam acara workhsop itu menyampaikan beberapa materi penting terkait dengan: Pembentukan BUMD, Alasan Pendirian BUMD, Peran BUMD, Prinsip Tatakelola BUMD, Manajemen da Organisasi BUMD, Kepatuhan BUMD dan Hasil yang dicapai.

Sementara Dr. Frits O. Fanggidae, Msi., MEP, Dosen Fakultas Ekonomi UKAW Kupang selaku pengamat ekonomi mengatakan ada dua hal sebagai kata kunci dalam menandai digital ekonomi yaitu: Smarter (semakin cerdas) dan More Connected (semakin terhubungkan) pada kesempatan itu. Lanjut katanya, ekonomi digital telah memunculkan berkembangnya Startup atau perusahaan yang berbasis tekhnologi informasi (IT) apa pesanya ? pesannya adalah

“perkembangan di era digital ekonomi yang cukup “fenomenal” ini membuktikan bahwa sudah saatnya kita berbisnis degan cara yang cerdas dan berjejaring. Intinya adalah digital ekonomi adalah penggunaan teknologi informasi dalam mengelola bisnis, “ujarnya.

Baca Juga :  Tanah Sengketa, Oktovianus Mencari Keadilan ke PTUN

Ia juga menyampaikan bahwa, dalam konteks BUMD kaitannya dengan perspektif digital ekonomi akan memasuki sebuah “ekosistem” virtual yang mengedepankan smarter and more connected maka tekhnologi informasi pengelolaan BUMD harus mendapat perhatian yang serius. Paling tidak ada empat point penting yang harus dilihat sebagai perhatian, yaitu: pertama, Supply side (off-line) dan Demand side (online) dan meninggalkan supply create its own demand dan beralih pada teori Keynes yaitu demand creates its own supply, kedua, BUMD perlu mengintregasikan sisi off-line nya kedalam sisitem pemasaran dan pembayaran digital, ketiga, SDM BUMD perlu berubah dalam penguasaan skill yang berbasis IT, keempat, Mindeset seluruh organ BUMD (KPM, Pengawas, Komisaris, Direksi, SPI) perlu bergeser/ mengalami pembaharuan: from broilers to kampong chiken.

Pada bagian terakhir Kegiatan Workshop Optimalisasi Kelembagaan Di Lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Kupang Tahun 2020 diisi oleh Kepala Biro Perekonomian dan Kerja ama SETDA Provinsi NTT Dr. Drs. Jusuf L. Rupidara, M.Si, yang menyampaikan beberapa materi yang terkait dengan Batasan BUMD berdasarkan (PP 54/ 2017), Peran BUMD, Tujuan BUMD, Dasar pendirian BUMD, Kelembagaan BUMD dalam konsep ilmiah, Organisasi dan manajemen BUMD, Fungsi dan faktor manajemen, Kelengkapan manajemen (PP 54/2017) dan materi tentang Bentuk BUMD.(lya)

Comments

comments