Perbankan di NTT Mengalami Perkembangan Yang Signifikan

0
405

Tambolaka — Perkembangan perbankan di Nusa Tenggara Timur dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan yang siginfikan.

Demikian dikatakan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur, l Wayan Sadnyana Kamis (1/11/2018) saat membuka media Gathering di Hotel Ella Sumba barat daya.

Menurutnya, perkembangan Perbankan yang terjadi di NTT tersebut dipicu oleh beberapa faktor pendukung, yakni Aset, Dana Pihak Ketiga dan Kredit. Untuk Aset perbankan, data per Agustus 2017 sebesar 33 Triliun 836 Miliar Rupiah, dan hingga Agustus 2018 jumlah aset naik menjadi 36 Triliun 84 Miliar Rupiah atau naik sebesar 6,64 persen.

Kenaikan itu juga terjadi pada sektor Dana Pihak Ketiga, yakni pada tahun 2017 sebesar 24 Triliun, 946 Miliar Rupiah dan pada tahun 2018 naik menjadi 27 Triliun, 12 Miliar Rupiah atau naik 8,28 persen.

Sedangkan untuk Kredit juga mengalami kenaikan yakni sebesar 24 Triliun 460 Miliar pada tahun 2017 dan naik menjadi 28 Triliun 143 Miliar Rupiah pada tahun 2018, atau naik sebesar 15,06 persen.

Baca Juga :  Wali Kota Kupang Dilantik jadi Dewan Panasehat IAI NTT

Dimenjelaskan, terjadinya perkembangan perbankan di NTT ini juga dipengaruhi oleh jaringan kantor yang tersebar sampai ke pelosok desa diseluruh kabupaten kota, serta dipengaruhi oleh adanya indikator keuangan yang akurat.

Data Otoritas Jasa Keuangan NTT menyebutkan, hingga tahun 2017 jumlah persebaran jaringan kantor perbankan di NTT mencapai 487 unit, yang terdiri dari Bank Perkreditan Rakyat atau BPR sebanyak 12 unit jaringan kantor, dan bank umum sebanyak satu jaringan kantor.

Sedangkan kantor cabang BPR sebanyak Empat jaringan kantor dan Bank Umum sebanyak 58 jaringan kantor. Selain itu kantor lainnya sebanyak 431 unit yang terdiri dari BPR sebanyak Tiga jaringan kantor dan Bank Umum sebanyak 428 jaringan kantor. (lya/qi)

Comments

comments