Pondasi Pasar Radamata Retak, Vincent : Campuran Tidak Sesuai Spek

0
1412
Tembok fondasi yang pecah diabadikan bulan lalu. Saat ini sudah ditambal

Tambolaka —- Proses pengerjaan pasar Radamata di pusat Kota Tambolaka yang menelan biaya sesuai nilai kontrak Rp. 5.678.800.000 yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2017 yang dikerjakan PT. Adisti Indah saat ini mengalami keretakan pada pondasi gedung.

Retaknya pondasi gedung pasar Radamata dengan desain gedung dua lantai itu pun kuat dugaan oleh sejumlah pihak lantaran campuran yang digunakan tidak sesuai bestek/spesifikasi teknis.

Vincent Mone, ST, kepada kiblatntt.com, Senin (25/12/2017) mengatakan bahwa persoalan retaknya pondasi pada gedung pasar tersebut disebabkan ada dua persoalan.

Persoalan pertama adalah pada campuran yang tidak bagus, tidak sesuai spesifikasi menyebabkan pondasi tersebut retak dan juga diakibatkan pada tanah yang labil sehingga terjadi pergeseran.

“kalau dilihat dari foto/gambar ini, saya duga kuat kalau campurannya tidak bagus, tidak sesuai spek. Kita bisa lihat dari warna campurannya, pasir lebih banyak. Kalau bukan tanah labil berarti jelas campurannya tidak sesuai spek, ” ujar dosen teknik sipil pada Akdemi Teknik Kupang itu.

Baca Juga :  Kasus DBD Di Kota Kupang Belum Darurat
Tembok fondasi yang pecah diabadikan bulan lalu. Saat ini sudah ditambal

Persoalan kedua katanya, ada pada sisi perencanaan yang tidak matang. Jika gedung tersebut dibangun dengan tidak menggunakan pondasi footplate maka dampaknya bisa bahaya.

“saya kira kalau gedung seperti ini harus menggunakan pondasi footplate, tidak bisa hanya gunakan pondasi biasa/menerus. Tapi coba ditanyakan kepada pihak terkait, apakah gunakan pondasi footplate atau tidak, jika tidak maka ini kesalahan pada perencanaan dan bisa berakibat fatal,” katanya dibalik telepon selulernya.

Karenanya, langkah yang harus diambil oleh pihak kontraktor adalah segerah memperbaiki keretakan tersebut. (red)

Comments

comments