Progres Fisik Bendungan Temef 19,90 Persen Kupang

0
119

Kupang — Pembangunan bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang pelaksanaannya sejak Januari 2018 lalu, hingga saat ini progres fisiknya telah mencapai 19, 90 persen dari rencana fisik sebesar 9, 93 persen.

Hak ini dikatakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Bendungan Satu, Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II, Frangky Welkis, Senin (11/2/219) di ruang kerjanya.

Dijelaskannya bahwa pada tahap dua pembangunan Bendungan Temef ini, realisasi fisik per 4 Pebruari 2019 telah mencapai 19,90 persen dari rencana fisik sebesar 9,93 persen terhadap nilai kontrak sebesar Rp 899 Miliar lebih.

Menurutnya, bendungan yang dibangun diatas lahan seluas 480 hektar are tersebut berada di antara Tiga Desa yang masuk dalam dua wilayah kecamatan, yaki desa Oenino di kecamatan Oenino dan desa Konbaki serta desa Pene Utara di kecamatan Polen, kabupaten Timor Tengah Selatan.

Dari luas lahan sebesar 480 hektar are tersebut, 298 hektar are digunakan untuk pembangunan bendungan dengan tinggi bendungan mencapai 53 meter yang nantinya mampu menampung air sebanyak 45 juta meter kubik.

Baca Juga :  Lorens Dadi : Tak Ada Peserta Demo Dari Kodi Utara

“Dengan dibangunnya Bendungan Temef, nantinya akan dapat membendung dua anak sungai yang hulunya berada di Kabupaten Timor Tengah Selatan, yakni sungai Temef dan bermuara di sungai Benenain di kabupaten Malaka,” jelasnya.

Lanjutnya bahwa Bendungan Temef merupakan salah satu dari rencana pembangunan Tujuh Bendungan di NTT yang telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai kontrak mencapai Satu Triliun Rupiah lebih yang bersumber dari APBN.

Tujuh bendungan tersebut yakni bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang telah selesai pembangunannya, Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu yang juga telah selesai pembangunanya dan masih dalam tahap uji coba, bendungan Napunggete di Kabupaten Sikka dan bendungan Temef di kabupaten TTS yang sementara dalam tahap konstruksi, serta bendungan, Manikin di Kabupaten Kupang, Kolhua di Kota Kupang dan bendungan Mbay di kabupaten Ngada yang masih dalam tahap perencanaan dan persiapan. (lya/qi)

Comments

comments