PSMTI NTT Akan Gelar Pentas Seni Tionghoa

415
1483

Kupang —- Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Nusa Tenggara Timur yang didirikan sejak tahun 1998 lalu, hingga kini terus melakukan kegiatan-kegiatan sosial berupa donor darah, pengobatan gratis dan pembagian angpao (bantuan dana) kepada masyarakat kurang mampu saat menjelang hari raya Imlek atau tahun baru China.

Ketua PSMTI NTT, Hengky Liyanto mengatakan, PSMTI merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang tidak berafiliasi dengan partai politik, tetapi hanya bergerak dibidang kemasyarakatan seperti pendidikan, sosial dan budaya.

“Untuk kegiatan Sosial, PSMTI telah melakukan berbagai kegiatan seperti donor danar dan pengobatan gratis. Sedangkan untuk kegiatan budaya, PSMTI terus menggelar pentas seni budaya Tionghoa berupa tarian Barongsae,” kata Liyanto di Kupang, Selasa (20/2/2018).

Menurutnya, pegelaran Barongsae akan dilaksanakan pada Minggu 25 Februari 2018 mendatang, bertempat di Aula El Tari, Kantor Gubernur NTT, mulai pukul 16.00 wita.

Dikatakannya bahwa Pentas seni dan budaya yang akan digelar PSMTI NTT nanti merupakan kali yang ke empat dengan mendatangkan rombongan penari Barongsae langsung dari provinsi Hunan, negara Republik Rakyat Tiongkok. Rombongan penari berjumlah 30 orang akan tiba di Kupang pada tangal 24 Februari dan akan menggelar pentas seni pada Minggu 25 Februari 2018.

Baca Juga :  Telkomsel Sukseskan Pawai Obor Asian Games 2018 di Mataram

Ketua pelaksana kegiatan, Inyo Setiawan menjelaskan, rombongan penari barongsae akan menampilkan sedikitnya 13 pertunjukan dengan durasi waktu kurang lebih dua sampai tiga jam.

Selain menggelar pentas seni barongsae, Pemerintah NTT selaku tuan rumah juga akan menampilkan pentas tradisional berupa tarian Gili Hodi dari Kabupaten Flores Timur.

“Tujuan diselenggarakannya pentas seni Tionghoa di Kupang adalah untuk meningkatkan pariwisata NTT yang saat ini sedang giat-giatnya digalakan oleh pemerintah provinsi NTT,” tegas Setiawan.

Setelah pegelaran, rombongan penari barongsae akan diajak mengunjungi tempat-tempat penjualan souvenir NTT dan melakukan kunjungan ke Museum Daerah. (Iya/qi)

Comments

comments