PT. Bumi Permai Nusantara Diduga Kerja Asal-asalan‎

474
8486

Tambolaka — Kuat dugaan proyek pekerjaan jalan hotmix dalam kota‎ yang dikerjakan PT. Bumi Permai Nusantara dikerjakan asal-asalan. Bagaimana tidak, tembok penahan jalan yang baru usai dikerjakan sudah patah dan ada sebagian yang sudah retak.

Paket pekerjaan hotmix dalam kota ‎yang dikerjakan dengan pagu dana Rp 6.450.000.000 dengan masa kerja 150 hari kalender dimulai dari 19 Juni hingga 15 November 2017 itu dinilai warga tidak becus, pasalnya proyek tersebut belum selesai pekerjaan namun sebagian tembok penahan jalan yang dikerjakan dalam paket pekerjaan tersebut sudah patah dan mulai retak disejumlah bagian.

Kuat dugaan pekerjaan yang dilaksanakan di wilayah kelurahan Langgalero dan desa Radamata Kecamatan Kota Tambolaka itu dikerjakan asal-asalan atau tidak berkualitas, akibatnya paket pekerjaan yang masih sementara dalam masa proses kerja sudah patah dan retak.‎

Mikael Mali Wengo, kepada kiblatntt.com, Kamis (26/10/2017) mengaku kecewa dengan hasil kerja kontraktor yang tidak profesional. Dirinya merasa kecewa lantaran proyek tersebut belum 100 persen tuntas namun sudah ada beberapa bagian yang rusak seperti tembok penahan jalan yang sudah patah dan retak dimana-mana.  

Baca Juga :  224 Calon Jamaah Haji Siap Menunaikan Rukun Islam ke-5

‎”Sebagai masyarakat tentu kami kecewa, karena ini sangat merugikan masyarakat dan pemerintah. Sepertinya rekanan kerja hanya mengejar keuntungan belaka, dan akhirnya mengesampingkan mutu pekerjaan,”kesal warga Tambolaka itu.

Karena jika dikerjakan dengan penuh tanggung jawab akan sebuah mutu dan kualitas pekerjaan, maka tentu tidak akan terjadi hal seperti sekarang, dimana sebagian tembok penahan jalan sudah retak dan bahkan patah, padahal pekerjaan masih sementara berlangsung.

Inilah tembok penahan yang patah, padahal pekerjaan masih sementara berlangsung

“Kita bisa maklumi jika sudah selesai dikerjakan lalu kemudian rusak, mungkin ada faktor lain, tapi ini masih sementara kerja kok sudah bisa patah dan retak. Saya sangat sanksi pekerjaan ini tidak akan bertahan lama,” cetusnya.‎

Selain dia meminta pihak rekanan untuk bertanggung jawab memperbaiki dan bekerja lebih profesional, dia juga meminta kalau bisa pemerintah memanggil pihak rekanan untuk mengevaluasi, karena jika nanti usai dikerjakan dan digunakan beberapa bulan kedepan lalu rusak, maka tentu sangat disesalkan.‎

Untuk diketahui sampai dengan berita ini dirilis, pihak rekanan PT. Bumi Permai Nusantara belum bisa dihubungi. Media ini berusaha menghubungi via telepon seluler namun tidak terhubung. (red)‎

Baca Juga :  Ahok Beri Dukungan Kepada YNS Melalui Secarik Surat Bertinta Emas

Comments

comments