Rastra Kota Kupang Segerah Disalurkan

362
2190

Kupang — Dalam rangka pemeriksaan kuantitas dan kualitas beras bantuan sosial kepada masyarakat, Rabu (30/5/2018), Wakil Walikota Kupang bersama para lurah dan camat se Kota Kupang melakukan pengecekan dan pemeriksaan rastra tersebut.

Demikian dikatakan kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Felixberto Amaral Rabu (30/5/2018) di Gudang Perum Bulog NTT.

“Jumlah penerima bansos di Kota Kupang sebanyak tiga ribu keluarga. Setiap kepala keluarga mendapat 10 kilogram perbulan dan untuk seluruh penerima manfaat akan menerima sebanyak 60 kilogram. Jadi satu kali kita luncurkan untuk enam bulan,”tegasnya.

Dikatakannya bahwa akibat dari penyusunan juknis yang memakan waktu hampir tiga bulan mengakibatkan penyaluran rastra ini kepada masyarakat terlambat. Sehingga lewat kesempatan itu, dirinya meminta maaf atas keterlambatan tersebut.

“Kami harapkan sebelum lebaran beras ini sudah sampai di kelurahan, sehingga masyarakat penerima manfaat tidak perlu membeli beras menjelang hari raya Idul Fitri,” harapnya.

Sementara Kabid Operasional dan Pelayanan Publik Bulog NTT, Dominggus Foes mengatakan Bulog memiliki stok yang cukup.

Baca Juga :  Calon Gubernur NTT Tidak Pro Rakyat Korban Tambang

“kita memiliki stok yang cukup dan kali ini kita berharap permasalahan kualitas dan kuantitas dapat tereliminir melalui pemeriksaan ini,” ungkapnya.

Dia berharap ketika beras di drop langsung di bagi karena kalau tidak di bagi tersimpan di kantor lurah dengan alas bawah yang tipis lalu kemudian ketika mungkin dibersihkan dan kena percikan air, maka kualitasnya mengalamai penurunan.

“dari pengalaman bansos rasta nasional kiranya bansos rastra daerah ini ketika di drop kami berharap bapak ibu lurah langsung segerah di bagi sehingga tidak terjadi kerusakan di kelurahan karena lama simpan dan terlambat di bagi,” ungkapnya.

Wakil Walikota Kupang, Herman Man dalam sambutannya mengatakan kalau dari Bulog akan mendistribusikan sebelum lebaran, maka para lurah diharapkan untuk memdistribusikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya paling lambat satu minggu.

“Saya kira nama nama sudah jelas tinggal begitu beras datang di umumkan pada masyarakat. Kalau datang sore besok pagi selesai. Oleh karena itu saya harap di kantor lurah tidak boleh ada kelihatan menumpuk beras kalau menumpuk itu berarti ada sesuatu yang tidak beres,” tandasnya. (lya/qi)

Baca Juga :  TNI Bersihkan Lokasi Pasar Inpres Dan Bangun Rumah Darurat Bagi Korban Kebakaran

Comments

comments