Retaknya Pondasi Bukan Masalah Footplat, Tapi Spek Pekerjaan

771
2891

Tambolaka —- Persoalan retaknya pondasi Pasar Radamata adalah persoalan dugaan spesifikasi teknis pekerjaan. Karena jika speknya sesuai maka tidak mungkin tembok pondasi tersebut retak.

Demikian dikatakan salah satu warga Kota Tambolaka, Tote Kalumbang kepada kiblat.com, Sabtu (30/12/2017).

Diakuinya bahwa memang jika gedung tersebut menggunakan pondasi footplate maka tentu kuat, namun bukan itu persoalannya. Persoalannya adalah bagaimana mungkin tembok pondasi yang baru usai dikerjakan dalam proses pengerjaan bangunan utama sudah retak.

“jadi kita berbicara kualitas pekerjaan, bukan soal footplate. Karena justru dari spek itu lah yang terjadi korupsi. Misalnya, dalam kontrak kerja harusnya campuran satu lima tapi kemudian ternyata dilapangan mereka pakai satu sepuluh, ini korupsi,” kata Ketua DPC partai Nasdem Kota Tambolaka itu.

Karena itu katanya, harusnya pihak inspektorat sebagai lembaga yang melakukan pemeriksaan terhadap semua proyek pembangunan di SBD turun untuk mengecek langsung di lapangan.

“inspektorat harus turun untuk cek langsung, karena keretakan ini, kuat dugaan saya campurannya tidak sesuai dan tidak bagus. Kita berbicara mutu dan kualitas sebuah pekerjaan, bukan masalah pondasi pakai footplate atau tidak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Batal Terbang, Penumpang Keluhkan Pelayanan Wings Air Buruk

Ditegaskannya bahwa untuk melegitimasi benar dan salahnya dugaan tersebut, tim inspektorat wajib turun, supaya bisa memberi kepastian apakah pekerjaan tersebut dikerjakan sesuai spek atau tidak. (red)

Comments

comments