RSUD SK Lerik Tidak Melayani Pemeriksaan Swab Mandiri

0
27

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SK Lerik hanya melayani rapid test mandiri, namun tidak untuk pemeriksaan swab mandiri.

Demikian dikatakan, Dirut RSUD SK Lerik, Marsiana Halek, Selasa (6/10/2020) di ruang kerjanya. Ia mengatakan Dinas Kesehatan akan melakukan tracking dalam satu kasus dari hasil tracking itu baru mereka swab.

“Tidak mungkin ada swab secara mandiri disini karena kalau swab secara mandiri kita tidak punya PCR kita hanya akan swab pasien yang misalnya masuk di dalam kita punya rumah sakit kemudian hasilnya mengarah ke Covid-19. Pertama kita rapid test apabila hasilnya reaktif kita lanjut dengan swab itu untuk kita punya pasien tapi kalau yang swab mandiri kita tidak punya alat yang punya alat hanya RSUD W. Z Johanis,” katanya.

Ia menjelaskan, hasil swab di RSUD
SK Lerik di bawa ke RSUD W.Z Johanes untuk mengetahui hasil swab tergantung daftar antri di RSUD W.Z Johanis.

“Kita prioritas untuk kota di prioritaskan utama untuk duluan. Semua yang datang untuk melakukan swab itu kerabat-kerabat hasil tracking dari pasien positif,” ungkapnya.

Baca Juga :  Korem 161/WS dan Distan NTT Tandatangani MoU Pengembangan Pertanian Terintegrasi

Menurutnya, kecuali yang swab mandiri itu RS W.Z. Johanis ada tapi dia pasti lewat poli covid-19 karena disana ada swab mandiri yang harganya Rp 1.500.000 tapi sekarang menkes sudah kasih keluar edaran 900 ribu. Kalau rapid test surat edarannya 150 ribu paling tinggi jadi tidak boleh lebih.

“Kalau kita rapid test mandiri ada seperti pelaku perjalanan walaupun punya BPJS tapi BPJS tidak bayar jadi kita tarik untuk pindah ke rapid test mandiri tapi tetap harganya 150 ribu di RSUD SK Lerik hanya sediakan rapid test mandiri,” tegasnya.

Ia mengatakan, protokol kesehatan sekarangkan tidak perlu diswab ikut protokol P2 kementerian hanya perlu isolasi mandiri saja selama 14 hari itu sudah standar tidak perlu di swab lagi.

“Sekarang saja kita pasien hanya swab satu kali saja berikutnya tidak wajib kalau dulu di rawat tiap dua hari di swab sampai dengan pasien sudah negatif baru kita pulangkan. Kalau sekarang walaupun positif tapi setelah di rawat 10 hari kita pulangkan dianggap tidak menular lagi, “katanya.

Baca Juga :  Musik harus Memberi Pesan Keindahan

Ia juga menjelaskan, untuk perawat pasien Covid-19 insentif disini kita kasih vitamin, antivirus dan istirahat yang cukup serta makan minum yang baik. Tapi kalau OTG cukup isolasi mandiri di rumah saja. Kalau kita tergantung kadang-kadang ada kadang-kadang tidak ada pasien.

“Kita siap rapid test 10 perhari saya rasa masih cukup. Kita proyeksinya 10 perhari sampai tiga bulan kedepan, “ujarnya.(lya)

Comments

comments