Sambut Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak dengan Berbagai Kegiatan

0
115

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Rumah Perempuan Kupang (RPK) segera melakukan kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan dan anak. Untuk menyongsong kampanye ini, RPK akan melaksanakan sejumlah kegiatan untuk menyemarakkannya.

Sebagai lembaga yang memberikan layanan kepada perempuan dan anak korban kekerasan akan melakukan berbagai bentuk kampanye dalam rangka memperingati hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan anak dengan tema nasional kampanye adalah kekerasan seksual tahun ini ‘Beta Peduli Perlindungan Korban Kekerasan Seksual’

Demikian dikatakan Kepala RPK Libby Sinlailoe Senin (25/11/2019) di Kantor RPK. Ia mengatakan kampanye 16 hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence) merupakan kampanye internasional untuk mendorong upaya upaya penghapusan kekerasan terhadapku perempuan di seluruh dunia. Setiap tahun peringatan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan jatuh pada tanggal 25 November tanggal ini dipilih sebagai bentuk penghormatan atas meninggalnya Mirabal bersaudara (Patria, Minerva dan Maria Teresa) pada tanggal 25 November tahun 1960 akibat pembunuhan keji yang dilakukan oleh kaki tangan penguasa diktator Republik Dominika pada waktu itu, yaitu Rafael Trujillo.

Baca Juga :  Forum DAS Provinsi NTT Bahas Perubahan Perda DAS

“Mirabell bersaudara merupakan aktivis politik yang tak henti memperjuangkan demokrasi dan keadilan serta menjadi simbol perlawanan terhadap kediktatoran penguasa Republik Dominika pada waktu itu. berkali-kali mereka mendapat tekanan dan penganiayaan dari penguasa yang berakhir pada pembunuhan keji tersebut tanggal ini sekaligus juga menandai ada dan diakuinya kekerasan berbasis gender. tanggal Ini dideklarasikan pertama kalinya sebagai hari internasional untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan pada tahun 1981 dengan kongres perempuan Amerika Latin yang pertama,” katanya.

Menurutnya aktivitas ini sendiri pertama kali digagas oleh Women’s Global Leadership Institute tahun 1991 yang disponsori oleh Center for women’s Global Leadership. setiap tahunnya kegiatan ini berlangsung dari tanggal 25 November yang merupakan hari internasional penghapusan kekerasan terhadap perempuan hingga tanggal 10 Desember yang merupakan hari hak asasi manusia (HAM) internasional.

“Kampanye keadilan dan kesetaraan gender terus menjadi agenda utama sehingga perempuan dapat menikmati hak-haknya dan keluar dari bingkai ketidakadilan gender,” ujarnya.

RPK sebagai lembaga yang memberikan layanan kepada perempuan dan anak korban kekerasan akan melakukan berbagai bentuk kampanye dalam rangka memperingati hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan anak dengan tema nasional kampanye adalah kekerasan seksual. Tema ini merespon maraknya kasus kekerasan seksual yang dialami perempuan dan anak catatan pendampingan RPK sejak Januari sampai Oktober 2019, sudah ada 64 kasus kekerasan seksual.

Baca Juga :  Bahan Galian C Berhamburan Di Jalan, Pengusaha Dinilai Tak Bertanggung Jawab

Fenomena kekerasan seksual terus mengintai perempuan dan anak sebagaimana perjuangan secara nasional rumah perempuan juga mendorong keberpihakan dari DPR RI untuk segera mengesahkan rancangan undang-undang penghapusan kekerasan seksual sebagai sebuah regulasi yang memberikan perlindungan kepada korban.

“Bersama semua elemen masyarakat kami mengajak untuk bersama-sama mencegah segala bentuk tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak agar tercapai dunia yang adil dan setara Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh rumah perempuan Kupang dalam rangka kampanye 16 hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan anak pertama konferensi pers,.Spot iklan kampanye,.siaran radio dengan komunitas kelompok perempuan, Ngopi Bareng mahasiswa dan road show to campus, tegasnya.

Tujuan diadakan kegiatan ini untuk menggalang gerakan solidaritas berdasarkan kesadaran bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan pelanggaran HAM mendorong kegiatan bersama untuk menjamin perlindungan yang lebih baik bagi korban kekerasan mendorong keterlibatan semua lapisan masyarakat baik pemerintah komunitas kelompok milenial terhadap pengesahan rancangan undang-undang (RUU) penghapusan kekerasan seksual.(lya)

Comments

comments