Sebagian Warga Manutapen Alami Krisis Air

0
63

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Sejumlah warga di kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami krisis air bersih, akibat mengeringnya salah satu cekdam yang berada di sekitar wilayah itu.

Tercatat 62 Kepala Keluarga (kk) yang mengandalkan kebutuhan air bersih dari tanggul tersebut, kini mengalami krisis air bersih guna kebutuhan sehari – hari seperti memasak, mandi dan mencuci dan hingga saat ini belum mendapat bantuan air bersih dari pemerintah setempat..

“Kami biasanya memanfaatkan kebutuhan air baku dari cekdam tersebut, namun saat ini sudah mengering, kami sudah menyampaikan keluhan kami pada pemerintah setempat dan berharap ada perhatian untuk segera menjawab kebutuhan air bersih,” kata Ketua RT 13 Manutapen, Yohana Naiboho, Senin, (26/102020).

Warga yang mengalami krisis air bersih terpaksa harus membeli air tangki dalam sebulan dengan biaya mencapai Rp400 ribu, karena kebutuhan air bersih di beli setiap minggu dengan harga sebesar Rp100 ribu per tangki guna pemenuhan kebutuhan air.

Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang memberikan bantuan air bersih melalui instansi teknis yang menyalurkan yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saat musim kering bagi warga kota yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Lantik Sembilan Pejabat Tinggi Pratama

“Kami sudah siap bantuan air bersih, dari BPBD saja yang kepala dinasnya masih lamban. Kita sudah siapkan penangganan darurat air bersih, kita berjuang sungguh-sungguh untuk membantu,” kata Wali kota Kupang, Jefri Riwu Kore, Senin, 26 Oktober 2020.

Upaya antisipasi tersebut Pemkot Kupang menyuplai air bersih untuk masyarakat menggunakan anggaran perubahan senilai Rp1 miliar.

Dana tersebut dipakai untuk pengadaan tandon, penyangga dan air bersih untuk dipakai warga.(lya)

Comments

comments