Sidang Pasar Waimangura, Marleyla : Media Memplintir Pernyataan Saya

789
6017

Tambolaka — Salah satu saksi dalam persidangan persoalan pembangunan pasar Waimangura, Marleyla Tinike Tanggu Dendo membantah pernyataannya yang dipublikasi oleh media online kriminal.co, Jumad (26/1/2018).

Kepada tim media kiblatntt.com, Marleyla Tinike Tanggu Dendo mengaku menyesal akan pemberitaan yang dirilis oleh media tersebut. Pasalnya, pernyataannya yang disampaikan di persidangan tidak seperti yang tertulis di media yang telah di publikasi itu.

Menurutnya bahwa keterangan yang dimuat dalam postingan berita www.kriminal.co/2018/01/26/kasus-pasar-waimangura-bupati-sbd-perintah-menangkan-roby-chandra/ yang menyebutkan dirinya memberikan keterangan bahwa Bupati SBD memanggil mereka di rumah jabatannya kemudian meminta agar PT. Nasional dimenangkan dalam tender pasar waimangura adalah tidak benar.

Dan apa yang ditulis dalam pemberitaan media tersebut adalah hoax dan merupakan fitnah yang kejam terhadap dirinya.

Dijelaskannya bahwa kehadiran dirinya sebagai saksi bersama dua orang lainnya yaitu Stefanus Umbu Deta dan Edward Nixon Dangga Loma sebagai saksi dan hanya diambil pernyataannya seputar teknis pengawasan pekerjaan pasar waimangura oleh PT. Nasional.

Dan bahkan Jaksa Penuntut Umum Maupun Hakim tidak pernah sekalipun bertanya soal keterkaitan Bupati SBD dalam kasus tersebut karena pertanyaan yang dilontarkan kepada ketiganya hanya seputar progres pekerjaan oleh kontraktor dan teknis pengawasan pekerjaan pasar waimangura.

Baca Juga :  Kunjungan Wisatawan ke NTT Sesuai Target RPJMD

“jangan percaya itu berita, itu berita sangat bohong, saya sampai stres, dong bisa buat berita begitu seenak hati mengarang bebas. Tadi kami tim pengawas hanya ditanya terkait tupoksi sebagai tim pengawas teknis, tidak lebih dari itu. Tidak ada pertanyaan sama sekali dalam sidang terkait Bupati apalagi soal bupati panggil ke rujab untuk bicara menangkan itu kontraktor dalam tender, kan logikanya kami pengawas pekerjaan di lapangan bukan yang putuskan tender itu kan tupoksi ULP/LPSE jadi yang tulis berita dia memang tidak paham betul mekanismenya dan tulis sembarang saja,” katanya dibalik telepon selulernya, Jumad (26/1/2018) malam.

Marleyla mengaku sangat stres dan menyesal karena pembuat berita telah melakukan tindakan yang sangat berlebihan dan merusak nama baiknya karena keterangannya dalam persidangan tidak sesuai dengan yang dipublikasikan.

“Saya rencana beserta keluarga mau laporkan itu media yang sudah membuat rusak nama saya dengan berita yang tidak benar dan tidak sesuai fakta dengan menggunakan nama saya, karena kalau mau buktikan fakta sebenarnya bisa lihat dalam rekaman persidangan di pengadilan. Kita akan tuntut melalui jalur hukum, termasuk yang sudah sebarkan berita hoax itu melalui media sosial,” tandasnya. (tim/qi)

Baca Juga :  Simbolon Mulai Siapkan RPJMD Viktori-Joss

Comments

comments