Silfester Ndaparoka Pimpin FPRB-API Kota Kupang

0
323

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Silfester Ndaparoka akan memimpin Forum Pengurangan Resiko Bencana-Adaptasi Perubahan Iklim (FPRB-API) Kota Kupang tiga tahun kedepa. Menurutnya Ketua FPRB-API harus memiliki kecakapan dalam memimpin.

Demikian dikatakannya setelah terpilih menjadi ketua FPRB-API Kota Kupang untuk masa jabatan tahun 2019-2022, Rabu (2/10/2019) di Hotel Sylvia Kupang. Silvester mengatakan untuk program jangka pendek, FPRB Kota Kupang akan melakukan rapat internal pengurus untuk membuat rencana kerja. Sedangkan untuk program jangka panjang selama tiga tahun ke depan adalah menangkap momentum di bulan Oktober untuk perencanaan anggaran untuk tahun 2020.

“Program yang direncanakan adalah mengangkat isu strategis FPRB yang selaras dengan Pemkot Kupang mengenai Kupang Hijau dan tanam pohon dan air serta penguatan bagi masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai,” katanya.

Selain itu, FPRB juga akan melakukan rapat bidang. Supaya setiap bidang dari 4 bidang di Forum ini bisa menyusun programnya yang tentunya juga harus sejalan dengan program dari Pemkot Kupang. FPRB juga akan terlibat dalam aksi menanam pohon bersama para tokoh lintas agama, tokoh pemuda, dan masyarakat pada umumnya di area-area penyangga Kota Kupang seperti Kolhua, Fatukoa, Naioni, Manulai, dan Belo.

Baca Juga :  Kunker ke Dinas Pendidikan, Komisi IV DPRD Kota Kupang Apresiasi Go WTP

“Tujuannya adalah meningkatkan kondisi ketahanan kota dari ancaman kekeringan, maupun ancaman lain. Tiap tahun FPRB akan mengevaluasi untuk mengukur ketangguhan Kota Kupang dalam menghadapi bencana baik di tingkat kelurahan, kecamatan dan tingkat Kota. Jadi forum ini memiliki pekerjaan rumah yang banyak karena terdiri atas 51 Kelurahan dengan beragam persoalan pula,” tandasnya.

Sementara Wakil Walikota Kupang Hermanus Man, saat pengukuhan FPRB menyampaikan bahwa, makin hari forum tersebut makin berkembang karena dilengkapi dengan empat aspek. Aspek-aspek itu antara lain, advokasi, regulasi dan kebijakan, Pengembangan kapasitas dan manejemen pengetahuan, partisipasi dan pelembagaan, dan pengembangaan organisasi. Empat aspek tersebut yang membuat FPRB makin berkembang secara baik dan positif.

Forum PRB-API Kota Kupang membutuhkan payung hukum sehingga apa yang dilaksanakan dalam forum dasarnya adalah regulasi.

“Saya percaya apa yang telah diletakan oleh para pengurus PRB-API pada periode lalu tentunya sudah meletakan dasar secara baik dan tinggal pengurus baru melanjutkan hal-hal baik yang sudah ada,” ungkapnya.(lya/eho)

Baca Juga :  Wali Kota Kupang Turun Bagi Sembako di Sejumlah Kelurahan

Comments

comments