Tahun 2019, Pembangunan PLTMG 10 MW Dimulai

0
244

Tambolaka — Rapat tim persiapan pengadaan tanah untuk pembangunan PLTMG di Waikelo, Desa Payola Umbu, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumba Barat Daya sebesar 10 MW semakin jelas. Rapat tersebut bertempat di Aula Kantor Bupati Sumba Barat Daya, Jumat (28/9/2018) siang.

Manager Rayon Sumba Jaya, Yohan Tokael kepada awak media mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di targetkan awal tahun mendatang akan mulai di bangun.

“Kita targetkan awal tahun 2019 mendatang sudah mulai di bangun. Sebenarnya target kita di bulan Augustus kemarin sampai November semua proses telah rampung, tapi karena ada sedikit kendala makanya kami undur ke bulan November,” katanya.

Yohan mengaku rapat kali ini bersama dengan tim persiapan pengadaan tanah untuk pembangunan PLTMG di Waikelo. Menurutnya, tim ini yang bertugas menginventaris lahan yang telah dipersiapkan apakah bermasalah atau tidak dan siapa-siapa pemiliknya.

“Setelah tim ini bekerja melalui pendekatan terhadap pemilik lahan dan semua pihak yang berkaitan untuk mencari tahu tanah tersebut bermasalah atau tidak, baru kemudian di keluarkan surat penetapan lokasi,” jelas Yohan.

Baca Juga :  26 Peserta Seluruh Indonesia Ikut Lomba Pemeliharaan Irigasi

Lanjut Yohan, tim persiapan tidak mempunyai wewenang untuk menentukan harga tanah. Soal penentuan harga tanah nanti ada tim independen yang akan melibatkan PLN dalam menentukan harga tanah apakah layak tidak tanah tersebut dengan harga penawaran yang ada.

“Oh tidak, nanti ada tim independen yang melibatkan PLN menentukan harga tanah. Soal pembangunan itu tidak lama, hanya proses pembebasan saja yang memakan waktu. Ya harapan kami semoga bulan November ini semuanya sudah rangkum sehingga pembangunan dapat dilaksanakan di awal tahun depan. Jika masih belum rampung juga maka terpaksa kami undur lagi hingga Desember nanti,” imbuhnya.

Kepala Desa Payola, Umbu Daniel Ngongo Malo kepada awak media mengaku sudah ada 6 pemilik lahan yang siap memberikan lahannya untuk dibangun PLTMG. Sedangkan permintaan lahan dari pihak PT PLN sendiri berkisar 5 ha.

“Kami sudah mempersiapkan quota sesuai permintaan dari PT PLN. Sudah ada 6 orang yang bersedia memberikan lahannya untuk di bangun PLTMG. Mereka itu adalah Mikael Lede Bili (Kades Radamata) dengan luas lahan 2 ha, Frans Lele Bili dan Angela Lele Bili pemilik lahan sekitar 3 ha, Frans Bulu Saghu pemilik lahan 5 ribu meter persegi dan Sri Dewi Zulviani pemilik lahan ukuran 5.070 meter persegi,” papar Kades.

Baca Juga :  Sidang Pasar Waimangura, Marleyla : Media Memplintir Pernyataan Saya

Lebih lanjut Kades Daniel Ngongo Malo menjelaskan, khusus untuk Sri Dewi Zulvina belum ada kepastian yang mengikat untuk dirinya siap memberikan lahannya. Namun, opini yang beredar dirinya siap sehingga namanya di cantumkan di dalam daftar pemilik lahan.

“Sri Dewi Zulvina sendiri belum memberikan jawaban yang pasti, namun opini yang beredar dirinya siap memberikan lahannya sehingga kami cantumkan namanya di dalam daftar pemilik tanah. Saya sendiri juga siap memberikan lahan sekitar 9 ribu meter persegi. Jika semua pemilik lahan mengijinkan lahan mereka untuk di garap oleh PT PLN maka sudah melebihi kuota yang di minta PLN sebanyak 5 ha,” katanya.

Dikatakannya bahwa sampai dengan saat ini, pemilik lahan masih menunggu realisasi administrasi ganti rugi dari pihak PLN sendiri.

“Uang ganti rugi ini yang menjadi persoalan saat ini. Karena sampai dengan saat ini, pemilik lahan bertahan karena menunggu keputusan dari pihak PLN sendiri karena belum adanya kesepakatan harga. Pertemuan kali ini sudah yang ke empat kalinya. Namun belum dapat dilibatkan pemilik lahan karena masih bersifat interen dengan Pemda SBD,” katanya.

Baca Juga :  Jadwal Buang Sampah Jam 6 Pagi Sampe Jam 6 Sore

Lokasi lahan yang dipersiapkan berbatasan langsung dengn Hotel Newa dan berbatasan pula antara Desa Payola Umbu dengan Desa Pogotena. Ia mengaku, sempat pihak Hotel Newa menolak pembangunan PLTMG mengingat akan dampak dari pembangunan PLTMG di dekatnya.

“Dari Hotel Newa sempat keberatan akan di bangunnya PLTMG. Tetapi saya mengatakan jangan berfikir untuk diri sendiri tetapi berfikir untuk kepentingan masyarakat umum. Pihak Hotel Newa takut dengan polusi dan berisiknya suara mesin nanti,” Katanya. (alf/qi)

Comments

comments