Tahun ini Pemkot Kupang Renovasi 645 Rumah Tidak Layak Huni

0
68

Tahun ini Pemerntah Kota Kupang melalui Dinas Perumahan Rakyat akan membatu 500 unit pakai dana DAU kemudian yang 145 unit itu plafonnya 17, 500.000 itu dana DAK itu ada di lima kelurahan Belo, Sikumana, Naikoten I, dan Bakunase I dan II itu yang

Demikian dikatakan Kepala Perumahan Rakyat Kota Kupang Beny Sain, Senin (24/02/2020) di ruang kerjanya. Ia.mengatakan untuk yang 17.500.00 sebanyak 145 unit, kemudian yang DAU 10 juta plafonnya untuk 500 rumah tersebar di 51 kelurahan.

“Target 2019 sebanyak 162 rumah di empat kelurahan Oebufu, Maulafa, Oesapa, Nun Baun Dela. Kalau DAk turun tahun lalu 162 unit tahun ini 145 unit tapi ada di imbangi dengan DAU, “katanya.

Ia menjelaskan DAU tahun lalu tidak ada tahun ini ada bantuan 5 miliar. Bantuan pemerintah Kota dan juga dukungan dewan untuk perhatian rumah layak huni tidak saja menunggu bantuan dari pusat tapi sudah mulai mencoba dengan meningkatkan kualitas rumah layak huni
Jadi dengan baik yang 17,500.000 maupun yang 10 juta sifatnya renovasi rumah yang tidak layak bahkan kalau liat foto yg ada di depan itu yang 17,500.000 mereka malah lebih partisipasi atau swadaya masyarakat jadi mereka bongkar lalu bangun baru

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, Kodim 1604/Kupang Ikut Menjaga Ketat Pintu Masuk

“Jadi ada sistim arisan,.masyarakat jadi kebetulan mereka dapat bantuan jadi yang punya rumah siapkan material gotong royong tenaga. Jadi swadaya mereka lebih besar dari bantuan itu yang di harapkan. Bantuan itu sifatnya stimulan rangsangan dengan adanya rangsangan mereka terdorong untuk justru bangun baru dari pada setengah tembok kalau ini mau terus batako karena tidak mereka mending bongkar rata dan bangun lagi, “ungkapnya.

Di harapkan ada perhatian dari pemerintah daerah jadi sifatnya DAK pertumbuhan ke arah nol tidak mungkin kita membebani APBN terus diharapakan DAU ini juga stimulan buat Pemerintah daerah dalam hal ini walikota responnya itu makanya di imbangi dengan DAU yang 5 milyar.

“4000 rumah kumuh jadi itu data tahun 2018 terakhir yang baru di benahi DAK propinsi mungkin sekitar kurang lebih 1000 rumah. Dari target 4000 baru 1000 rumah yang di benahi kalau kita lima tahun abis periode walikota tetapi karena anggaran dan ada sektor-sektor lain yang menjadi program prioritas makanya kadang-kadang kinerja kita juga tidak mencapai apa yang di rencanakan ini yang jadi apakah perencanaan kita yang terlalu tinggi minimal upaya, “katanya

Baca Juga :  Jefri Tapobali Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna Adisucipto Periode 2020-2023

Menurutnya, rencana itu merupakan upaya untuk kita bisa meraih semaksimal mungkin kalau rencananya pas-pasan atau dibawah itukan kurang baik pemerintah meraih terus perhatian jadi belum ada kemudahan juga selain bantuan langsung ada juga bantuan uang muka contohnya FLPP, BP2BT jadi bantuan pembiayan perumahan berbasis tabungan ini sifatnya bantuan uang muka dan bunga flat kalau FLPP itu bunganya rata tidak mengikuti suku bunga yang berkembang karena berubah karena inflasi.

“Ada yang uang muka 40 juta tahun lalu kita 60 unit dari BP2BT memang ada banyak kendala juga karen ketika BI ceking masyarakat bisa juga ada KUR dan segala macam mereka minatnya tinggi cuma karena kendala dengan pinjaman-pinjaman lain akhirnya mereka cancel oleh perbankan mudah-mudahan nanti Wali Kota juga rencana berikan bantuan juga kami akan coba konsultasi tukar pikiran atau melaporkan Wali Kota kalau bisa rencana bantuan 10 juta itu kita kolaborasi dengan berbasis tabungan tadi sehingga yang tadi di cancel- cancel karena pinjaman mereka bisa lolos menambah besar uang muka jadi kalau 40 juta di tambah DAU 10 juta jadi uang mukanya 50 juta kalau Wali Kota perkuat lagi dengan DAU pasti bisa, “ungkapnya.( Lya)

Baca Juga :  Ketua Tim Penjemputan PMI Hadiri Simulasi Drill TFG

Comments

comments