Tanah yang Dibagi-Bagi JS Bukan Tanah Pemkot Kupang

0
96

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Tanah kosong seluas 20.068 m2 yang berlokasi di depan hotel Sasando, Kelurahan Kelapa Lima, bukan merupakan tanah milik Pemerintah kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kami ingin menyeimbangkan berita yang beredar selama ini di masyarakat. Tanah itu dianggap sebagai milik pemkot, namun kami tim hukum pastikan bukan barang milik pemkot Kupang,” kata Hukum Jonas Salean, Yanto Ekon, Jumat, (30/10/2020).

Pernyataan tim kuasa hukum yang terdiri dari Melkianus Ndaomanu, Yanto Ekon, Yohanes Rihi, Rian Kapitan, Alexander Tungga dan Meriyeta Soruh menyatakan tanah seluas 770.880m2 sesuai sertifikat hak pakai nomor 5/desa Kelapa Lima/1981 telah di hapus dan kembali menjadi tanah negara berdasarkan bukti Surat Pemerintah dalam Negeri (Permendagri) nomor 593/3342/PUOD, tanggal 1 Juni 1994, Surat Keputusan Bupati Tingkat II Kupang Nomor 246/SKEP/HK/1994.

“Dengan adanya bukti-bukti pelepasan hak pakai, maka tanah yang dikapling tersebut dan dibagi-bagikan bukan merupakan barang milik pemerintah Kota Kupang, melainkan tanah milik negara,” tambah Yanto.

Tanah kosong pada lokasi tersebut semula seluas 770.800m2 sesuai sertifikat hak pakai nomor 5/Desa Kelapa Lima/1981 yang telah dilepaskan oleh Bupati KDH tingkat II Kupang selaku pemegang hak sejak tanggal 1 Juni 1994 dan telah diduduki oleh ribuan penduduk dengan berbagai bangunan, karena dikaplingkan dan dibagikan oleh Pemkot Kupang dari periode ke periode.

Baca Juga :  Wali Kota Kupang Lantik Jajaran Direksi PD Pasar

“Kenapa tidak menyita seluruh tanah seluas 770.880m2 yang telah diduduki penduduk? Kenapa yang dipermasalahkan hanya tanah kosong seluas 20.068m2, jawabannya hanya Tuhan dan penyidik yang tahu,” tutup Yanto.

Mantan Walikota Kupang, Jonas Salean ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi NTT, terkait kasus dugaan korupsi bagi-bagi tanah dengan taksasi kerugian negara Rp 66 miliar lebih.

Jonas sempat ditahan di Rutan Kupang, sebelum dialihkan penahanannya menjadi tahanan kota.(lya)

Comments

comments