Tidak Hadiri Rapat Banggar, Pemkot Kupang Dinilai Kekanak-Kanakan

0
149

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Sidang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Kupang diskors akibat ketidakhadiran pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang. Sidang Banggar diskors sebanyak tiga kali sebelum akhirnya ditutup, senin (23/11/2020).

Sesuai jadwal, Rapat Bangar Dewan dilaksanakan mulai, Sabtu (21/11), namun karena pemerintah tidak menghadiri rapat itu, sehingga diskorsing untuk kembali dilanjutkan pada Senin (23/11/2020).

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Kupang, Yuven Tukung menilai ketidakhadiran pemerintah dalam rapat itu menunjukan sikap kekanak-kanakan sekaligus tidak menunjukan keberpihakan kepada masyarakat dan pembangunan di Kota Kupang.

“Pemkot seperti kekanak-kekanakan saja, tidak mau menghadapi sidang di DPRD, semua dinamika dalam sidang, saya rasa menjadi hal yang wajar. Kalau mau ditarik ke belakang, pemerintah memang tidak mempunyai kesanggupan dalam menghadapi sidang ini,” kata Yuven.

Yuven menilai, pembahasan KUA-PPAS menjadi hal yang penting karena menjadi acuan pembangunan Kota Kupang di tahun 2021, sehingga ketidakhadiran pemerintah iti menunjukkan ketidakpedulian terhadap pembangunan di Kota ini.

Ketua Fraksi Golkar, Yosep Jemari Dogon mengatakan, ketidakhadiran pemerintah itu, menjunjukan itikad yang tidak baik, dan tidak menghargai DPRD secara lembaga. Untuk itu, Dogon meminta pimpinan Dewan untuk segera mengambil sikap atas persoalan itu.

Baca Juga :  Jumlah Pasien Positif Covid-19 di NTT Bertambah Delapan

Ketua Fraksi Partai PKB, Ewale Taek juga menyanyangkan sikap pemerintah itu. Ketidakhadiran itu, menunjukan tidak kooperatifnya pemerintah dalam mengalokasikan anggaran untuk Kota Kupang satu tahun kedepan.
Setelah rapat ditutup, pimpinan DPRD akan terlebih dahulu berdiakusi dengan pimpinan fraksi DPRD Kota Kupang ntuk mengambil tindakan selanjutnya.

Ketidakhadiran pemerintah itu, diduga dipicu karena dinamika di sidang banggar terkait alokasi anggran untuk sejumlah item program, termasuk buku tulis dan bantuan seragam sekolah yang kemudian mendapat pertentangan. Dari situlah, pemerintah kemudian tidak hadir lagi dapat rapat-rapat pembahasan selanjutnya. (lya)

Comments

comments