Tingkat Inflasi di NTT tahun 2020 Masih Terjaga

0
53

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Pertemuan tahunan bank Indonesia tahun ini dengan tema “Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi”. Dari sisi perkembangan harga, inflasi provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)sepanjang tahun 2020 tetap terjaga.

Demikian Kepala perwakilan Bank Indonesia (BI), I Nyoman Ariawan Atmaja pada kegiatan Pertemuan Tahunan BI 2020 yang dilakukan secara virtual, di kantor BI Perwakilan NTT, Kamis (3/12/2020).
Ia mengatakan hingga bulan November, inflasi tercatat 0,56% (yoy) lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 1, 59% (yoy).

“Inflasi di tiga Kota penghitungan NTT yakni Kupang, Maumere,Waingapu, tercatat 0,23% (yoy), 2,70% (yoy), dan 1,07%(yoy). Secara umum, inflasi dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas bahan makanan di tengah membaiknya permintaan dan dan keterbatasan pasokan serta tarif angkutan udara, “katanya.

Menurutnya, kami sangat mengapresiasi seluruh upaya yang telah kita lakukan bersama melalui tim pengendalian inflasi daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota. Demikian pula upaya keras satgas pangan di bawah koordinasi Polda NTT yang terus bekerja sama dan berkoordinasi sepanjang tahun 2020 ini, dalam mengimplementasikan roadmap pengendalian inflasi TPID provinsi NTT dengan tagline “4K” yakin keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi efektif.

Baca Juga :  PDAM Kota Kupang Pasang Wastavel Portable di Pasar dan Taman

“sinergi yang telah terjalin dengan baik tersebut mendapatkan apresiasi dari tim pengendalian inflasi pusat dengan masuknya TPID provinsi NTT, TPID SIKKA, dan TPID Manggarai sebagai nominasi TPID terbaik di wilayah NTT, Maluku dan Papua, “ungkapnya

Ia juga menjelaskan di bidang stabilitas sistem keuangan secara umum tetap terjaga di di tengah tantangan pandemi covid-19 penghimpun dana pihak ketiga perbankan man sampai dengan Oktober 2020 melambat menjadi 5, 93% (yoy). Penyaluran kredit perbankan tumbuh 3,603% (yoy) di Oktober 2020. Melanjutkan tren perlambatan sejak April 2020. Meskipun demikian, resiko kredit tetap terjaga, tercermin dari NPL gross sebesar 2,01%.

“Penyaluran kredit UMKM mencapai 11,42 triliun atau 33,20% dari total kredit,melampaui target penyaluran kredit UMKM secara nasional yakni 20%. Pertumbuhan kredit UMKM pada Oktober 2020 terkontraksi sebesar 2,21% (yoy), “ujarnya.

sementara itu, kondisi keuangan korporasi mengalami tekanan di tengah pandemi covid -19. Survei kegiatan dunia usaha BI menunjukkan pada September 2020 hanya 16,33% responden perusahaan menyatakan kondisi profitabilitas baik dan 17,35% responden perusahaan menyatakan kondisi likuiditas baik. (lya)

Baca Juga :  265 ASN Kota Terima Penghargaan Tanda Jasa

Comments

comments