Tokoh Adat Puu Komi Gelar Ritual Keluarkan Api Dari Lokasi Kebakaran

60
1152

Tambolaka —– Masyarakat adat kampung Puu Komi di Bukambero, Desa Bila Cenge, Kabupaten Sumba Barat Daya telah usai menggelar upacara adat pasca kebakaran yang mengakibatkan 23 rumah adat serta satu buah rumah Ibadah (Katowa Natar) penganut kepercayaan Marapu ludes di lalap si jago merah beberapa waktu lalu. 

Markus Rangga Ede salah satu tokoh adat kampung Puu Komi kepada media ini, Senin (16/10/2017) mengatakan sesuai adat masyarakat,  bahwa arwah-arwah dan leluhur maupun harta benda masih tertinggal didalam api sehingga api yang ada itu harus dikeluarkan melalui upacara/ritual adat. ‎

“dan ritual adat itu sudah kami lakukan pada Rabu (11/10) kemarin.  Dan itu sudah menjadi budaya kami. Dengan usainya ritual ini maka masyarakat sudah bisa kembali menempati kampung Puu Komi dengan aman, ” katanya. 

Menurutnya bahwa rumah-rumah warga yang mengalami musibah pun sudah usai dibangun oleh masyarakat adat sebelum dilakukannya ritual adat mengeluarkan api.

Dia mengaku berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu pasca musibah kebakaran,  baik itu berupa sembako, pakaian dan lainnya. 

Dijelaskannya bahwa peristiwa kebakaran itu menghanguskan 23 rumah Warga Kampung Puu Komi. Peristiwa ini merupakan musibah yang dihadapi masyarakat Puu Komi, sehingga tidak ada pihak yang disalahkan dibalik pperistiwa tersebut. 

Rato Rangga Ede mengaku peristiwa kebakaran yang melanda kampung Puu Komi di Bukambero, Desa Bila Cenge, Kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya, Senin (14/09/2017) lalu telah meluluh- lantakan Kampung Puu Komi. Dalam peristiwa kebakaran itu selain rumah warga menyebabkan benda-benda peninggalan bersejarah warga setempat juga ludes terbakar. (jep/red)

Baca Juga :  Pemerintah Terus Mendorong Petani Perluas Lahan Tanam

Comments

comments