Tugas Sekwan Tidak Mudah

0
61

KIBLATNTT.COM,  KUPANG — Kami Harus Kelola Aspirasi di Dewan dengan Baik, karena tidak mudah berperan sebagai sekretaris di lembaga politik yakni DPRD; baik di Provinsi maupun di Kabupaten/Kota se NTT. Seorang sekretaris dewan harus mampu menjadi “pendengar” dan penengah yang efektif dalam menjembatani seluruh aspirasi yang berkembang baik di lembaga dewan, masyarakat maupun di lembaga eksekutif.

“Karena itu, kami hadir sebagai kemitraan pemerintah bersama legislasi. Sehingga apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab hanya waktu yang membatasi,” tandas Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Provinsi NTT, Yeri Tanggu, S.Sos menjawab pertanyaan Arthur Nonna penyiar Radio Swara NTT dan Kasubag Pelmas dan Hubungan Kelembagaan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Frans A. Tiran, S.Si di studi gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Jalan Raya El Tari nomor 52 Kupang, Kamis (02/7/2020).

Meski baru menjabat empat bulan sebagai Plt. Sekwan, mantan Camat Kodi Utara ini menuturkan, pihaknya bekerja selalu berpegang kepada kepercayaan yang diberikan Bupati SBD, dokter Kornelis Kodi Mete dan Wakil Bupati, Kristian Taka.

Baca Juga :  Pemprov NTT Sesuaikan Tarif Pemeriksaan Swab dan RDT Mandiri

“Saya bekerja selalu pagang prinsip dan kepercayaan yang diberikan Pak Bupati Kodi Mete dan Pak Wabup Kristian Taka. Pada prinsipnya ada prosedur kerja yang memang kami sudah pahami; dan kami harus lakukan terutama dalam situasi yang melibatkan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut dia, di musim pasca pandemic Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 ini pihaknya, telah melakukan segala sesuatu, terutama produk-produk aturan yang jelas terkait dengan penanganan Covid-19.

“Kami bekerjasama dengan gugus tugas kabupaten bersama Pemerintah Kabupaten SBD,” ucap dia.

Disinggung soal terobosan apa yang telah dilakukannya selama menjabat sebagai Plt. Sekwan SBD, alumnus Sosiologi Fisip Undana Kupang ini mengaku, selalu terbuka terutama dengan rekan-rekan media massa pers di Kabupaten SBD.

“Terobosan paling pertama adalah keterbukaan informasi. Bagaimana Pemerintah Kabupaten SBD berkeinginan meloloskan berbagai program dan kegiatan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat melalui bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir di gedung dewan sebagai aspiratornya. Kami tentu menyiapkan regulasi yang wajib dilakukan supaya kesinambungan antara aspirasi itu bisa berjalan di lembaga DPRD yang terhormat,” kata dia sembari menambahkan, “Secara geografis sosial budaya Kabupaten SBD memiliki tiga suku besar yaitu Wejewa, Kodi, dan Laura.” (*/lya)

Baca Juga :  Januari 2019 Lokalisasi KD Ditutup

Comments

comments