Wagub Beri Tips Manajemen Ritel untuk Pelaku UKM

0
58

Kupang — Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi membagikan tips manajemen ritel kepada para pedagang Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Karena UKM mengalami kesulitan memasarkan produknya.

“Hal paling penting dalam manajemen ritel adalah harga dan tempat (price and place). Kemudian baru faktor-faktor lainnya seperti pengepakan (packaging) dan mutu barang,” kata Wagub Josef Nae Soi saat meresmikan Rumah Produk Sasando di Kantor Gubernur Sasando, Rabu (17/10/2018).

Menurutnya bahwa tempat dan teknik menarik konsumen yang bagus merupakan langkah penting dalam meningkatkan jumlah penjualan barang. Selisih harga jual satu rupiah pun dapat mempengaruhi psikologis konsumen. Pasang harga tinggi sama dengan menjauhkan konsumen (hit and run).

“Harga pokok produksi harus sudah fix atau pasti. Ambil keuntungan sedikit saja. Tapi perputaran uang cepat. Marjin profit cukup nol koma sekian persen, jangan sampai satu persen. Orang pasti akan banyak datang di sini, ” ujarnya.

Pria yang pernah bekerja di Supermarket Hero tersebut mengatakan, konsumen dan pembeli dari Rumah Produk Sasando sudah jelas yakni para pegawai kantor gubernur. Sesuaikan harga dengan kemampuan pembeli.

Baca Juga :  Gubernur Serahkan LKPJ Akhir Masa Jabatan

“Jumlah konsumen yang jelas, jarak yang mudah dijangkau, mutu serta harga rendah merupakan peluang pasar yang besar. Jaga kepercayaan dan rawatlah kebersihan tempat ini, “pungkasnya.

Kepala Dinas Perdagangan NTT, Hadji Husen dalam laporannya menjelaskan, jumlah UKM di NTT sekitar 103.707. Selama ini, kesulitan pelaku UKM adalah biaya sewa tempat pemasaran yang tinggi. Kehadiran tempat seperti ini sangat membantu mereka.

“Ide untuk mendirikan rumah produksi ini merupakan arahan dari Bapak Gubernur. Teman-teman pelaku UKM menyambut baik adanya tempat ini karena tempatnya sangat strategis. Konsumennya juga jelas, “jelas Hadji Husen.

Husen menjelaskan hasil UKM yang dipasarkan di rumah produk itu berupa pangan lokal dan non pangan lokal. Termasuk hasil olahan kelor dan tenun ikat.

“Kami juga menggandeng Bulog Divre NTT untuk sediakan beberapa bahan kebutuhan pokok. Juga mengajak serta Dharma Wanita Setda NTT. Menyangkut pengelolaan rumah produk ini jadi tanggung jawab penuh Biro Umum Setda NTT, “tutup Husen.
Ditemui di tempat yang sama, Marianova, Kepala Komersial dan Pengembangan Bisnis Bulog Divisi Regional (Divre) NTT menjelaskan, Bulog NTT melalui program Rumah Pangan Kita (RPK) juga menyediakan beberapa bahan kebutuhan pokok di Rumah Produk Sasando seperti beras, gula, tepung terigu dan minyak goreng. Tujuannya untuk mendekatkan pangan Bulog kepada masyarakat.

Baca Juga :  Pembagian PKH Bermasalah, Pendamping Berdalih Mereka Bukan Penerima

“Ini juga sebagai respon terhadap ajakan Gubernur NTT untuk bantu pegawai. Semua produk pangan Bulog adalah produksi Bulog. Harganya cukup murah, di bawah harga pasar, “jelas Marianova.

Setelah melakukan peresmian, Wagub mengunjungi stand UKM di Rumah Produk Sasando. Beberapa hasil olahan kelor seperti stik marungga dan brownis marungga, madu hutan Amfoang dan beberapa hasil UKM lainnya dibeli oleh Wagub. (lya/qi)

Comments

comments