Wali Kota Kupang Kunjungi Korban Rumah Kebakaran di Maulafa

0
38

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., mengunjungi korban kebakaran rumah di RT 19 RW 18, Kelurahan Maulafa, Jumat (24/7). Kedatangan Mantan anggota DPR RI dua periode ini yang juga akrab disapa Jeriko ini untuk melihat lebih dekat kondisi warganya pasca musibah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyerahkan paket bantuan kepada tiga keluarga yang terkena musibah tersebut. Wali Kota Kupang didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodywik Djungu Lape, S.Sos., Kepala Bagian Prokompim Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., Lurah Maulafa, Yanto E. Sapay, S.E., Plt. Camat Maulafa, Nobertus Noto menyerahkan langsung bantuan tersebut. Paket yang diserahkan berupa satu paket lauk pauk, paket sandang, peralatan makan, perlengkapan anak, family kit, makanan anak, tenda guling, selimut, mie instan, makanan siap saji dan Beras 20 kg.

Paket bantuan tersebut diserahkan masing-masing kepada Nikson Jawa, Gudman Henuk, Antonia Henuk. Wali Kota Kupang juga berkesempatan menjenguk Oma Antonia Henuk, seorang janda yang mengalami syok akibat musibah kebakaran tersebut. Wali Kota yang akrab disapa Jeriko ini memberikan penguatan dan bertanya penyebab kebakaran kepada Oma Antonia dan keluarga, “beta turut prihatin atas musibah yang dialami Oma sekeluarga. Bagaimana sampai ini kebakaran bisa terjadi Oma?” kata Jeriko.

Baca Juga :  Penggabungan Semau ke Kota Kupang Masih Terus Dikaji

Wali Kota Kupang tersebut berharap agar musibah ini jangan diratapi secara berlarut-larut, agar segera dicari langkah-langkah dan solusi selanjutnya bagi keluarga. Dirinya juga meminta kepada Kepala Dinas Sosial Kota Kupang agar warga yang terkena musibah tersebut dibantu secara serius, “kami ada bawa bantuan sedikit, semoga dapat sedikit meringankan beban keluarga yang mengalami musibah,” ujar Wali Kota. Saat itu juga jajaran Dinas Sosial Kota Kupang langsung menurunkan sejumlah bantuan bagi tiga keluarga korban kebakaran rumah.

Oma Antonia kemudia mengisahkan peristiwa kebakaran tersebut kepada Wali Kota Kupang. Menurut kesaksiannya, api bersumber dari televisi yang tiba-tiba melahap lemari kemudian merambat seisi rumah, “api dari televisi yang ada taruh diatas lemari makanan, trus api merambat semakin membesar. Beta kebetulan seorang diri di rumah waktu itu, anak laki-laki ada keluar, rumah mulai terbakar pukul 15:15 WITA atau jam 3 sore,” kisah Oma Antonia. (*/lya)

Comments

comments