Wali Kota Lantik Ottemoesoe Jadi Dirut PDAM Tirta Bening

0
213

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Wali Kota Kupang, Dr. Jeffrey Riwu Kore melantik Johannes Ottemoesoe sebagai Direktur PDAM Tirta Bening Lontar, Kota Kupang. Pelantikan Ottemoesoe ini berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Nomor 247/KEP/HK/2019 masa jabatan periode 2019-2023.

Dalam sambutanya Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore, Senin (6/1/2020) di Kantor Wali Kota Kupang. Ia mengatakan Kita mencatat bahwa hari ini satu langkah luar biasa kita bisa melaksanakannya satu tahap dari penyelesaian persoalan-persoalan yang ada di kota ini yaitu penyelesaian salah satu yang harus kita kerjakan adalah masalah organisasi atau juga sumberdaya manusia yang harus menahani berbagai persoalan berkaitan kebutuhan masyarakat kota Kupang

“Hari ini tercatat tanggal 6 Januari tahun 2020 kita mengambil langkah sesuatu yang penting untuk membangun kota ini khususnya berbagai persoalan-persoalan yang kita hadapi salah satunya adalah air bersih oleh karena itu saya meminta Pak Joni untuk segera mengambil langkah-langkah untuk penyelesaian berbagai persoalan-persoalan air di Kota ini, “katanya..

Seperti kita ketahui air di kota Kupang ini menjadi kendala yang sangat luar biasa buat masyarakat kita selama ini kita sudah di bantu oleh Romy dan berbagai persoalan-persoalan air bersama seluruh jajarannya saya berharap ada kerja sama yang baik antar keduanya seperti saudara bersaudara dan membangun suatu kekuatan untuk memberikan solusi persoalan air yang ada di Kota Kupang.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, Kodim 1604/Kupang Ikut Menjaga Ketat Pintu Masuk

Kita tau persis bahwa air di Kota Kupang ini cukup menjadi persoalan buat kita. Menurut catatan saya kita membutuhkan sekitar 800– 825 liter perdetik saat ini air yang dibutuhkan oleh masyarakat di Kota Kupang. Yang kita punya saat ini ada beberapa yang pertama air dari Kabupaten Kupang. Air dari Kota Kupang kalau tidak salah saat ini hanya mendapat sekitar 130 liter perdetik saja ini pun ada peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu Direktur PDAM Tirta Bening Lontar Kota Kupang, Johannes Ottemoesoe saat di wawancara mengatakan akan mengelola air laut menjadi air siap minum.

“Setelah dilantik langka awal yang akan saya ambil terkait persoalan air adalah teknologi pengeluaran air laut siap minum meskipun sedikit mahal, “Katanya.

Menurutnya teknologi pengelolaan air laut siap minum segera dikerjakan guna memenuhi kebutuhan air bersih di hotel-hotel serta pasokan air bersih di kawasan pelabuhan. Selain itu juga untuk menjawab kebutuhan air bersih bagi masyarakat, PDAM akan melakukan optimalisasi semua sumur bor yang ada dengan total target ketersediaan air bersih dapat mencapai 500 liter per detik. Berdasarkan data, penyediaan air bersih milik PDAM Kota Kupang hanya sebesar 85-90 liter per detik. setelah kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Kupang kemampuan ketersediaan air bersih hanya tercukupi sebesar 140 liter per detik hal tersebut masih jauh dari kebutuhan dari kebutuhan air bersih di kota Kupang yaitu yaitu sebesar 800 liter per detik. dengan adanya pengelolaan air laut ditargetkan mampu memproduksi air minimal 200 liter per detik.

Baca Juga :  Gubernur NTT: Perubahan Besar Hanya dapat Terwujud dengan Tim Kerja yang Solid

Ditambah pemanfaatan sumur bor pemberdayaan sumber air pada beberapa lokasi seperti kali dendeng dari produksi air sebesar 10 liter per detik akan menjadi 100 liter per detik produksi air pada kali di bank menjadi 50 liter per detik dan air sabu 50 liter per detik yang akan menghasilkan total 200 liter per detik.

“Ini akan menjadi langkah cepat yang akan saya ambil dari dua hal yaitu optimalisasi sumur bor dan pengelolaan air laut akan dilakukan bersamaan agar dapat segera dirasakan oleh masyarakat untuk pemenuhan air bersih, “ungkapnya.(lya)

Comments

comments