Warga Kelurahan Merdeka Keluhkan Tiada E-Warung

0
366

Kupang — Warga kelurahan Merdeka, Kota Kupang, yang mendapatkan bantuan Raskin Nasional mengeluhkan ketiadaan tempat e-warung (warung elektronik) di kelurahannya.

Hal ini diungkapkan Lurah Merdeka, Daud Nafi, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (22/10/2018).

“Karena jarak tempuh ke e-warung kan jauh. Contohnya di kelurahan Merdeka ini, Kami tidak memiliki e-warung. Kami harus ambil di Fatubesi. Jadi artinya, kalau tidak ada kendaraan pribadi, maka harus ojek,” katanya.

Dia menambahkan, ada kebijakan-kebijakan yang ditempatkan pemerintah untuk dijalankan.

“Terkait ada kebijakan dari bulan Januari sampai Juni 2018, masih berupa beras. Juni sampai Desember 2018 dan seterusnya sudah berupa uang yang dimasukan di dalam kartu yang diambil di e-warung tertentu, di mana bantuan itu disalurkan,” jelasnya.

Pengalihan dari bantuan berupa beras ke dalam bentuk uang ini yang kemudian dikeluhkan masyarakat.

“Pertama soal jarak yang harus ditempuh masyarakat kalau ingin mengambil uang di e-warung. Kedua, soal harga beras,”kata Daud.

Dijelaskan, bantuan berupa beras langsung dinikmati warga. Tapi berupa uang, kadang harga beras di pasaran sudah lebih tinggi dan berubah.

Baca Juga :  Pemkot Kupang Segera Luncurkan Tiga Program Unggulan

Daud menerangkan, besaran uang yang diterima warga yang mendapatkan raskin nasional sebesar Rp. 110 ribu per bulan.

Selain itu, ujarnya, ada perubahan yang terjadi mengenai jumlah beras yang diterima warga.

“Jumlah raskin yang diterima warga pada awalnya 15 kilo, turun ke 10 kilo. Dan itu kebijakan dari pusat,” terangnya. (lya/qi)

Comments

comments