Wawali Buka Musda FPRB-API Kota Kupang

0
235

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Wakil Wali (Wawali) Kota Kupang, dr. Hermanus Man membuka kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) Forum Pengurangan Resiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (FPRB-API) Kota Kupang. Musda FPRB-API ini akan berlangsung selama dua hari.

Wakil Wali Kota Kupang dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan ini, Selasa (1/10/2019) di Hotel Sylvia Kupang mengatakan, resiko bencana itu tergantung pqda tiga faktor penting yaitu ancaman, kerentanan dan kapasitas
tetapi apapun yang kita hadapi ancaman, kerentanan dan kapasitas.

“Dua hal yang susah kita atasi, yakni ancaman tidak bisa kita manipulasi sehebat hebatnya teknologi kita, acaman kalau datang angin habis, datang tektonik selesai, datang kerusuhan selesai. Ancaman itu selalu ada. Kemudian yang kedua kerentanan kita terhadap ideologi, sosial, politik, ekonomi. Kita juga rentan yang mengatasinya tidak semudah membalikan telapak tangan. Kemudian yang ketiga yakni kapasitas. Kapasitas ini yang mesti kita manipulasi jadi dari tiga unsur ada dua yang unlimited yaitu trandnya ancaman dan kerentanan dan yang manajebel yang bisa dimanipulasi, yang bisa didekati ya itu tadi kapasitas dan itu rumusnya,” katanya.

Baca Juga :  Kasrem Baru Pimpin Perkenalan Pejabat Baru Korem 161/Wira Sakti

Menurutnya kalau kapasitas yang diperbesar maka risiko bencana lebih kecil meskipun dalam sebuah forum musyawarah, intinya kapasitas sebuah daerah otonomi tergantung pada faktor organisasi dan koordinasi, faktor kapasitas dalam bidang pendidikan dan pelatihan, serta faktor kegiatan pengurangan risiko bencana.

Ketua panitia pelaksana, Djami Maxin Wila Huky mengatakan, Kota Kupang sebagai ibukota Provinsi NTT indifikasi sebagai salah satu wilayah yang rawan bencana baik bencana alam, bencana non alam maupun bencana sosial.

Kompleksnya penanggulangan bencana di Kota Kupang membutuhkan peran serta semua pihak untuk mengurangi risiko bencana dan dampak perubahan iklim yang ada. Karena penanggulangan bencana pada dasarnya merupakan tanggung jawab semua pihak, dimana masyarakat juga mempunyai kewajiban untuk mengurangi risiko bencana bersama pemerintah dan dunia.

“Tujuan diadakan kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada peserta tentang upaya-upaya penanggulangan bencana dan siap beradaptasi dengan perubahan iklim. Penguatan kelembagaan FPRB-API kota Kupang. Pemilihan pengurus forum sapi PRB-API Kota Kupang tahun 2019 – 2022 menggantikan pengusulan lama (masa bakti 2015 -2018),” katanya.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Pantau Aktivitas Bekas Lokalisasi Karang Dempel

Ia menjelaskan peserta berjumlah 100 orang yang berasal dari pengurus lama masa bakti 2015 2018 utusan/perwakilan, OPD/ instansi lembaga terkait hasil pemetaan tokoh kunci pada tanggal 4 dan 6 Juli 2019.(lya/eho)

Comments

comments