Gubernur NTT Buka Festival Mulut Seribu

0
182

Lokasi Destinasi Wisata Mulut Seribu, Kabupaten Rote Ndao (Foto: Elya)

KIBLATNTT.COM, BAA — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) membuka acara Festival Mulut Seribu di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, Sabtu, (26/10/2019).

Dalam sambutannya, Gubernur VBL mengatakan pariwisata di Kabupaten Rote Ndao bisa berkembang ditangan bupati seorang perempuan. Karena wanita bekerja dengan kasih dan insting keibuan sehingga dengan menggeliatnya pariwisata akan memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Satu-satunya bupati perempuan dan pertama di NTT adalah Bupati Rote Ndao, Paulina Haning – Bulu. saya sangat optimis karena perempuan itu adalah makhluk paling kuat di muka bumi ini. Dia memiliki insting keibuan yang akan memberi rasa nyaman bagi masyarakat yang dia pimpin. Jadi harapan saya ditangan ibu bupati nanti, pariwisata di Kabupaten Rote Ndao akan berkembang dengan baik,” katanya.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk memberikan kesan baik kepada wisatawan yang berkunjung di daerah wisata baik di Rote Ndao maupun ditempat lain yang ada di NTT. Karema dengan keramahan dan kenyamanan yang dirasakan oleh para wisatawan, cerita baik tentang sebuah daerah wisata akan tersiar baik ditempat asal para wisatawan.

Baca Juga :  Masyarakat Adat dan Pemerintah Saling Membutuhkan

“Berikan kesan yang baik. Jangan peras wisatawan sebab sekali dia merasa kecewa maka cerita buruk tentang sebuah daerah wisata akan berkembang dan sulit untuk direhabilitasi kembali. Untuk itu saya minta kita jaga tempat kita dengan baik dan berilah kenyamanan bagi setiap wisatawan baik lokal maupun mancanegara,” harap Viktor.

Pada kesempatan tersebut, Viktor Laiskodat juga menegaskan supaya festival wisata yang digelar di kabupaten-kabupaten harus mampu memberi kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Disetiap hajatan ada perputaran ekonomi yang bisa menolong masyarakat yang ada di sekitar daerah wisata.

“Survei BPS menunjukkan bahwa kenaikan pendapatan itu bersumber dari tenun ikat. Untuk itu, diharapkan wisatawan bisa menguras uangnya dengan membeli tenun ikat maupun souvenir seperti Ti’i langga dan lain-lain. Dengan keramahan yang kita berikan kepada wisatawan maka dia juga tak segan menguras sakunya untuk membeli berbagai souvenir,” tutup Viktor.

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning – Bulu pada kesempatan yang sama mengatakan, Festival Mulut Seribu akan dijadikan event tahunan di Kabupaten Rote Ndao. Untuk itu setiap kekurangan dalam penyelenggaraan festival mulut seribu yang pertama ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk nantinya diperbaiki di tahun-tahun mendatang.

Baca Juga :  NTT Miniatur Pariwisata Dunia

“Festival mulut seribu ini akan menjadi kegiatan tetap dan event tahunan Pemkab Rote Ndao dan kita berharap lewat kegiatan seperti ini kita memperkenalkan kepada dunia luar bahwa ada begitu banyak tempat yang indah di Kabupaten Rote Ndao yang harus dikunjungi,” kata Paulina Haning.

Pada kesempatan tersebut, Paulina Haning juga meminta kepada Gubernur VBL untuk membantu air bersih bagi kepentingan penunjang pariwisata di mulut seribu. Salah satu kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat kata Paulina adalah ketersediaan air bersih di lokaai wisata mulut seribu.

“Kami sangat berharap kepada bapak gubernur untuk bantu kami dengan air bersih di mulut seribu ini karna kami sangat kesulitan air ditempat ini,” pinta Paulina Haning, yang langsung disanggupi Gubernur VBL dan meminta waktu dua bulan untuk memenuhi permintaan tersebut.(lya)

Comments

comments