Alam Dan Leluhur Turut Serta Merestui MDT-GTD

79
2136

Tambolaka — Tak hanya masyarakat akar rumput yang memberikan dukungan terhadap Markus Dairo Talu (MDT) dan Gerson Tanggu Dendo (GTD) di Pilkada SBD, tetapi alam semesta dan para leluhurpun turut merestui pencalonan MDT-GTD.

Selain rasa cinta terhadap MDT-GTD yang terpatri didalam hati masyarakat, rupanya para leluhur memberikan dukungan dan restu terhadap MDT dan GTD lewat ritual adat menurut kepercayaan masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Seperti yang terjadi dibeberapa titik pertemuan paket MDT-GTD yang menyandang nomor urut satu itu. Di beberapa titik kampanye terbatas, MDT-GTD diterima masyarakat akar rumput dengan tarian khas SBD yang disertai pakallaka dan payawau.

Selain itu, ritual adat pun dilangsungkan oleh tokoh adat yang telah disiapkan oleh tuan rumah titik kampanye MDT-GTD. Sembari berjalannya ritual adat, MDT-GTD diberikan seekor ayam jantan sebagai tanda masih melekatnya keperkasaan MDT-GTD di SBD.

Seperti yang terjadi di setiap titik di Desa Lombu, Desa Kadi Romma, Desa Dede Pada, Desa Mata Wee Karoro, dan Desa Kadi Wanno. Disana, MDT diserahkan seekor ayam jantan dan disembelihnya. Hal yang sama terjadi bahwa leluhur merestui pencalonan MDT-GTD yang diihat lewat usus ayam menurut kepercayaan masyarakat Sumba.

Baca Juga :  Cegah Perdagangan Orang, Mama Emi Minta Keluarga Jadi 'Palang Pintu'

“Engai mawailo barana MDT, nyadommo aw Bupati ne ndou. Ama kaweda ina kaweda nda aw yaba patekki ate manu ndeta, (Masih tinggal kejantanan di MDT, masih dia yang menjadi Bupati tahun ini. Kakek dan nenek moyang kita sudah kasih jawabannya lewat hati ayam ini),” jelas tokoh adat Lasarus U. Lewa saat melihat hati ayam yang disembelih MDT itu, Kamis (15/3/2018) di Desa Kadi Wanno.

Kesempatan itu Lasarus mengajak seluruh masyarakat yang hadir agar mendukung paket MDT-GTD. Menurutnya bahwa Tuhan, Alam dan Leluhur telah merestui MDT-GTD duduk sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode 2019-2024.

“Kami yang percaya marapu yakin bahwa MDT menang dua periode. Kalau leluhur kita telah merestui kenapa kita manusia yang masih hidup tidak mendukung, padahal kita sudah merasakan jalan, listrik, air bersih, pendidikan, kesehatan, dapat alsintan gratis lagi, pemimpin seperti apa lagi yang kita inginkan,” paparnya.

Dikatakannya sebagai masyarakat SBD, tidak memilih pemimpin dari suku Kodi, Loura dan Wewewa, tetapi memilih pemimpin Kabupaten SBD yang pro rakyat, yang telah memberikan bukti nyata.

Baca Juga :  Warga Ende Curhat ke Mama Emi, Sulit Jual Kakao Karena Jalan Rusak

“Dari ketiga paslon yang maju, cuman MDT-GTD yang merakyat, mampu melihat penderitaan rakyat kecilnya. Mari kita pilih paket ini, stop buang isu sara jika kita ingin SBD maju kedepannya,” harapnya. (red/qi)

Comments

comments