Cegah Perdagangan Orang, Mama Emi Minta Keluarga Jadi ‘Palang Pintu’

511
2209

Kupang — Pencegahan perdagangan orang (human trafficking) tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu peran serta masyarakat luas, bahkan sampai tingkat keluarga, untuk mencegah rencana tindakan tidak berperikemanusiaan tersebut.

“Keluarga bersama masyarakat di desa harus jadi palang pintu anak-anak kita yang mau keluar,” kata Cawagub NTT nomor urut 2, Emelia Nomleni, di Kupang, NTT, Jumat (13/4/2018).

Palang pintu yang dimaksud Mama Emi, sapaan akrabnya, adalah keluarga dan desa harus secara ketat menjaga anggotanya yang berencana meninggalkan rumah dan desa dalam waktu lama.

“Kita harus memastikan anak negeri yang keluar dalam posisi migrasi aman,” ujar pasangan Marianus Sae ini.

Caranya, lanjut Mama Emi, dengan mendata setiap anggota keluarga yang keluar dan memuktahirkan data tersebut dalam jangka waktu tertentu.

“Kita harus tahu dia kerja sama siapa dan tinggal dimana,” tegas insinyur perempuan ini.

Lebih jauh, Mama Emi mengatakan, peran keluarga sangat penting mengingat banyak kasus perdagangan orang juga dimulai dari ajakan keluarga.

“Desa banyak yang tidak tahu warganya keluar karena yang ajak omnya dan tantenya sendiri,” ujarnya.

Baca Juga :  Yulius Bobo Turun Gunung Menangkan Paket MDT-GTD

Mama Emi mengatakan, pencegahan perdagangan orang tidak akan efektif jika kemiskinan dan kesulitan lapangan kerja masih terjadi di NTT. Oleh karenanya, Mama Emi menegaskan, akan meneruskan Program Desa Mandiri Anggaran untuk Masyarakat Menuju Sejahtera (Desa Mandiri Anggur Merah) yang sudah diterapkan oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya saat ini.

Bedanya, jika terpilih menjadi Cawagub NTT kelak, Mama Emi akan mengubah segmen program ini kepada anak muda dan perempuan, kelompok yang banyak menjadi korban perdagangan manusia.

“Ini bukan menjadi satu-satunya program untuk mengentaskan kemiskinan di NTT tetapi hanyalah salah satu dari program-program lainnya,” katanya. (tim)

Comments

comments