Demi SBD, Masyarakat Siap Menangkan MDT-GTD

453
5468

Tambolaka — Tinggal menghitung hari pelaksanaan Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya berlangsung, masyarakat Sumba Barat Daya (SBD) tak ingin memberikan tampuk kepemimpin lima tahun kedepan kepada paket lain selain kepada Cabup/Cawabup Markus Dairo Talu dan Gerson Tanggu Dendo paket MDT-GTD.

Hal itu disampaikan tokoh masyarakat Dadi Loddo dalam acara kampanye terbatas paket MDT-GTD di Desa Kadi Pada, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumba Barat Daya, Jumat (18/5/2018).

“Kami di Desa Kadi Pada tak ingin memberikan jabatan Bupati kepada paket lain kalau itu bukan paket MDT-GTD. Jika kita masyarakat SBD khususnya Kadi Pada tidak memberikan dukungan kepada MDT-GTD maka kita akan salah lima tahun kedepannya. Apakah kita siap menangkan paket MDT-GTD di Kadi Pada,” tanya Dadi Loddo kepada masyarakat yang di sertai dengan teriakan jawaban siap menangkan 100 persen.

Menurutnya, Kabupaten Sumba Barat Daya layak di pimpin oleh calon pemimpin yang memiliki jaringan luas. Dengan demikian, lanjutnya, pembangunan di SBD tidak hanya berpatokan dengan APBD yang ada namun di bantu oleh dana lainnya dari tingkat pusat.

Baca Juga :  Partai Perindo di SBD Lolos Verifikasi Faktual

“Sumba Barat Daya ini layak di pimpin oleh Markus Dairo Talu dan Gerson Tanggu Dendo. Sebab keduanya telah mapan di birokrasi dan mengerti teknik pengelolaan anggaran yang ada. Bukan hanya itu, keduanya mampu mendatangkan anggaran besar di SBD karena memiliki koneksi di tingkat pusat,” katanya.

Di acara kampanye terbatas itu, keluarga Desa Kadi Pada memberikan dua ekor ayam jantan kepada paket MDT-GTD sebagai bukti ikatan telah di bangunnya komitmen bersama untuk memenangkan paket MDT-GTD pada 27 Juni 2018.

“Ayam ini sebagai bukti cinta dan ketulusan kami masyarakat Kadi Pada mendukung bapak berdua (MDT-GTD). Bapak berdua adalah ayah kami di SBD. Mari kita serahkan kepada yang kuasa agar apa yang kita rencanakan boleh tercapai untuk tanah bumi Loda Wee Maringi Pada Wee Malala,” imbuhnya.

Sementara itu, Cawabup nomor urut satu Gerson Tanggu Dendo (GTD) menyampaikan untuk mewujudkan sebuah daerah otonom yang makmur, pemerintah harus menjawab krisis daya beli masyarakat lantaran belum tercukupi infrastruktur pembangunan yang menunjang.

Baca Juga :  Di Rote Ndao, Cagub BKH Beberkan Program Unggulan

“Kita harus mampu melihat kekuatan kita di daerah seperti apa. Jika hanya lidah yang berbicara tanpa menyediakan media komunikasi untuk mendatangkan anggaran yang cukup, maka persoalan yang dihadapi masyarakat tidak akan di jawab oleh pemerintah. Oleh karena itu, kehadiran paket MDT-GTD akan mencarikan solusi agar memenuhi segala kebutuhan rakyat dan mencukupi segala pembangunan yang di prioritaskan,” jelasnya.

Dikatakannya bahwa untuk menentukan pemimpin lima tahun di Sumba Barat Daya diharapkan masyarakat mampu melihat calon pemimpin yang memiliki soft skills seperti komunikasi, kemampuan bernegosiasi, mendelegasikan tugas dengan baik, intuitif, selalu melakukan pendekatan personal, serta pemberi solusi.

“Jangan kita memilih pemimpin yang hanya menunggu kipas angin di ruangan tanpa kita melihat elektabilitas dan kredibilitas calon pemimpin itu. Selain itu, calon pemimpin harus mengerti bidang dan teknik serta soft skills sangat penting. Syarat seorang pemimpin cuman itu, jika dia tidak mempunyai soft skills yang dapat diandalkan maka rakyat semakin menderita,” papar GTD yang di ikuti sorakan tepuk tangan warga yang hadir.

Baca Juga :  Gagal Nyagub Dari PDIP, Ray Alih Dukung VBL-YNS

Lanjutnya, untuk membangun daerah otonom Sumba Barat Daya dibutuhkan calon pemimpin yang memiliki konektivitas yang luas, dan paket MDT-GTD mempunyai konektivitas yang tidak dapat diragukan lagi.

“Paket MDT-GTD tidak dapat diragukan lagi soal jaringan di tingkat atas. Pemimpin itu dia harus mengenal menteri-menteri, dia harus mengenal Presiden. Kenapa karena untuk membangun daerah otonom seperti SBD kitta butuh anggaran. Paket MDT-GTD tidak berjanji terhadap bapa mama semuanya, tetapi kami berjanji kepada Tuhan kira apa yang kita inginkan bersama dapat terwujud,” katanya.

Selain itu, GTD mengaku untuk membangun Kabupaten Sumba Barat Daya, pemimpin terlebih dahulu mengenal karakter wilayahnya. Tak hanya itu, GTD menegaskan memilih pemimpin bukan di lihat dari banyaknya suara, tetapi dilihat dari kualitas, elektabilitas, kredibilitas dan karakter sosial pemimpin.

“Pemimpin dengan rakyat harus membangun kesepakatan lima tahun kedepannya, bahkan sampai selamanya. Jika bapa mama mengijinkan kami (MDT-GTD) memimpin SBD lima tahun kedepannya, kami akan bekerja maksimal demi rakyat dan negara,” imbuhnya. (alf/qi)

Comments

comments